Driving with International Driving Permit (IDP) in Taiwan

Hope that this info is still valid since it's been more than one year since I did the whole processes. In short, I bought my first car in Taiwan last year (without having a valid local nor international license). I am not sure if it was legal, but the previous car owner took care of everything. I only needed to provide ARC and a secondary ID card to have the car transferred under my name.

After I got my car, I returned back to my home country Indonesia for vacation while also getting my international driving permit. The process was very simple and easy. Once I got back to Taiwan, I immediately registered my license with the local DMV office. There, they gave me a piece a paper stapled on my IDP (some people refer it as a IDP visa) as a proof that my IDP can be used after 30 days of my stay in Taiwan. Note that if you don't have your IDP registered, you can only drive with IDP for 30 days upon your arrival in Taiwan.

In order to get the IDP visa, you only need to bring your ARC and/or passport (better to take both of them) and some photographs. Bring it to the counter and they will know what to do. The whole process was very quick, like 10-15 mins include waiting time. I didn't need to pay anything for that but yesterday I read somewhere that starting from April 2019 the government needs the applicant to pay 150 TWD (correct me if I am wrong) for the application fee.

Using that paper, you will be able to drive until your ARC / Visa date of expiry up to maximum one year. In my case I was only got few months to match my ARC expiration date. However, after I got my new ARC, I can re-apply for IDP registration and got one year extension.

Give it a try and let me know what you think.

Read More

Riding WeMo in Taipei - The Popular Scooter Sharing

It's been three years already since the first time I stepped my feet on the Formosa land (and the last time I wrote my post on this blog). However, I've never got a chance to ride scooter by myself even they are very popular here. It's like, scooter is the most convenient way to get around in Taipei (also in the whole island). I've been driving car here for more than a year now with my International Driving Permit, but never tried to (both legally and illegally) ride scooter since I don't have a valid Taiwan scooter license.

Although sometimes I drive to the office, I always want to use public transport more often. My office in Neihu Taipei is nowhere near MRT or bus station, so it takes me roughly 30 minutes to get me from the office to Songshan Airport where I need to take the highway bus to Zhongli (I live there btw). Over the weekend I came across an article about WeMo then I decided to give it a try.

François Devatine inspired me on his blogpost and I just knew from his blog that we are actually allowed to ride green-plated scooters with Taiwan car license. He used his Taiwan car license to register WeMo though, so I accept his challenge and register with my IDP. Please note that my IDP is B category (for car) but I already have it registered with the Taiwan local DMV office. Long story short, I installed the app, register with my car IDP, then after two hours my registration was approved.

photo6152175919058495704

Finally I got a chance to try the scooter this morning on my way to the office from Songshan airport, and it was super easy to find one. The scooter was literally like in every corner in Taipei. Should be less than 5 mins walking before you can ride one. Riding was smooth and easy although I was a bit nervous since it was my first time. Riding took around 15 mins including walking to find the scooter, so I think I can save 30 mins everytime I go to the office (note that I am not required to work in-office everyday).

The only problem with WeMo is that it is currently only available in northen area (Taipei city, and some part of New Taipei City and Banqiao). It would be perfect for me if they expand the service to Zhongli so I don't need to wait for city bus everytime I wan't to go around when I'm stuck in too-far-to-walk and too-close-to-drive situation. By the way, you can use my reference code NFATWTEK if you wanna get free rides for trial. ;)

Read More

58m.fr

Client: Mikmak Studio, Paris, France
Project URL: http://58m.fr
Description:
Develop and customize a Magento-based fashion shop.

January 2017 - Present

Read More

Magento 1.9.2: 5-cents Price Rounding

Today I am working on a Magento site for a Switzerland client which requires the implementation of Rappen Rounding, a 5-cents rounding for the total price for every transaction.

I actually found an extension on GitHub for that, but it was not compatible with my Magento install. I am not sure if it is not compatible with Magento 1.9.2 or conflicting with any other extensions, it just didn't work.

After digging into Magento core codes, I found that there is a simple workaround for this functionality, though we have to override Magento's core. Please be advised that this is not the best practice, it is just a simple workaround. If you want a better functionality and compatibility with future Magento updates, you'd better build a custom module / extension for that.

Here's what I did as a workaround:

  1. Override Magento's core by copying
    app/code/core/Mage/Core/Model/store.php
    to
    app/code/local/Mage/Core/Model/store.php 
  2. Edit the new copied file on the
    function roundPrice($price){} 
  3. Replace the line
    return round ($ price, 2);
    with
    return round($price * 2, 1)/2; 
  4. Save
  5. Flush Magento Cache, and it's done!

Let me know if it helps!

Read More

Technobit's Academic System

Client: Technobit, Malang, Indonesia
Project: Academic Information System (id: Sistem Informasi Akademik)
Description:
Together with Technobit, we built a web-based academic information system for Technobit's client.

Read More

Skill Dasar Programming bagi Pemula

Dari beberapa forum di bidang komputer dan pemrograman yang saya ikuti, ada satu hal mendasar yang hampir selalu ditemui di kesemuanya. Tanpa bermaksud menyinggung, seringkali pada forum-forum tersebut terjadi "konflik" kecil antara "newbie" dan "master". Yah, walaupun yang newbie terkadang lebih jago dari para master maupun sebaliknya, tapi inilah yang memang terjadi.

Ada beberapa hal yang saya sarankan untuk Anda pahami sebelum memulai terjun dalam bidang pemrograman, apapun bahasa pemrograman yang akan Anda gunakan. Tulisan ini sebenarnya juga ditujukan untuk saya sendiri. Jadi, ini adalah pendapat pribadi, mohon koreksinya, ya. :-)

Pertama, pahami logika sederhana.
Pemrograman adalah tentang bagaimana Anda dapat membuat berbagai macam algoritma untuk menyelesaikan masalah tertentu. Misalkan, ketika Anda dihadapkan pada masalah yang diharuskan untuk melakukan iterasi (menyusuri) data berstruktur pohon / tree, bagaimana cara Anda menyelesaikannya? Perulangan (loops) dan percabangan (if else conditions) menjadi kuncinya

Kedua, cintai matematika.
Eits, ini adalah masalah yang sering dihadapi mahasiswa jurusan computer science pada semester pertama perkuliahannya, termasuk saya pribadi. Jangan dikira bidang ini hanya sekedar programming dan bermain game seperti Anda bayangkan waktu SMA dulu. Jangan dikira matematika tidak berguna pada bidang ini. Sebaliknya, Anda akan bertemu dengan berbagai kasus yang memerlukan matematika sebagai penyelesaiannya. Satu lagi, computer science merupakan turunan ilmu dari matematika, lho.

Ketiga, anda harus bisa googling dan bertanya.
Nah, ini yang seringkali terjadi dan seringkali pula dianggap remeh. Google ada untuk membantu kita. Hanya saja, kita masih belum cukup mampu menggunakannya. Umumnya, kebanyakan pertanyaan seputar pemrograman sudah pernah dialami oleh programmer lainnya, sehingga hampir semua permasalahan dapat Anda temukan penyelesaiannya di internet, kecuali Anda merupakan expert programmer sudah menggunakan teknik atau metode baru yang masih jarang digunakan oleh orang lain. Biasakan "google sebelum bertanya". StackOverflow ada. GitHub ada. Dokumentasi ada. JSFiddle ada. Quora ada. Ada referensi bagus untuk Anda belajar "googling" di http://www.powersearchingwithgoogle.com/. Ini adalah course untuk belajar "googling" yang resmi dari Google. Jangan sepelekan hal sederhana ini, lho. Manfaatnya luar biasa.

Keempat, kuasai Bahasa Inggris.
Satu hal ini juga tak kalah pentingnya. Referensi pemrograman seringkali ditemukan dalam Bahasa Inggris. Jadi, Anda pun harus menggunakan Bahasa Inggris untuk dapat menemukan dan memahaminya. Memang, sedikit banyak sudah ada beberapa blogger yang menulis dalam Bahasa Indonesia. Hanya saja, tidak sebanyak tulisan dalam Bahasa Inggris. Lagipula, dengan memahami Bahasa Inggris, Anda juga bisa berkontribusi untuk menuliskannya kembali dalam Bahasa Indonesia sehingga akan semakin banyak membantu programmer Indonesia. ;-)

Kelima, jangan benci layar hitam.
Bagaimanapun, programmer akan selalu bekerja dengan kode program. Jadi, biasakan untuk mencintai layar hitam: IDE, text editor, command line interface, dan teman-temannya. Jangan ragu untuk memulai beralih ke Linux. Trust me, it works!

Comments greatly appreciated. ;-)

Read More

Instalasi dan Konfigurasi Mailman dengan Postfix pada Ubuntu 12.04

Mailman, adalah suatu perangkat lunak bebas yang digunakan untuk manajemen mailing list dan email newsletter. Mailman menyediakan fitur manajemen melalui web interface, yang memudahkan adminsitrator dan pengguna untuk melakukan manajemen terhadap subscription-nya. Mailman merupakan salah satu perangkat lunak populer yang banyak digunakan oleh berbagai mailing list selama lebih dari sepuluh tahun.

Kemarin, saya diminta salah seorang client untuk melakukan instalasi dan konfigurasi Mailman pada server VPS Digitalocean (link referral, free credit 10 USD untuk Anda). Server yang digunakan adalah Ubuntu Server 12.04 64 bit fresh install. Kalau Anda menggunakan server yang bukanlah fresh install, do it at your own risk, ya!

Oya, semua perintah di bawah ini saya jalankan dengan menggunakan user root.

Pertama, pastikan hostname sudah diset pada server Anda:
hostname
hostname -f

Setelah hostname sudah dicek dan benar, lakukan update repositori dan upgrade seluruh sistem server Anda:
apt-get update
apt-get-upgrade --show-upgraded

Selanjutnya lakukan instalasi postfix yang digunakan untuk mengirimkan email langsung dari server Anda:
apt-get install postfix
Saat melakukan instalasi postfix, pilihlah "Internet Site" sebagai "General type of mail configuration". Anda juga akan mengisikan hostname atau domain name pada saat instalasi (misal: adityaputra.com).

Instalasi kedua yang perlu dilakukan adalah instalasi Mailman itu sendiri dengan mengeksekusi perintah berikut:
apt-get install mailman
Hal yang perlu diperhatikan saat instalasi mailman, Anda akan memasukkan nama domain yang akan Anda gunakan. Biasanya, mailing list akan menggunakan subdomain dari domain utama, misal: list.adityaputra.com. Kecuali, kalau Anda ingin menggunakan domain induk untuk mailing list. ;)

Selanjutnya, jangan lupa untuk mengarahkan DNS server untuk mengarahkan ke server Anda. Caranya, tambahkan A record pada domain provider Anda dengan IP address dari server Anda.

Langkah terakhir adalah konfigurasi Mailman. Anda harus membuat minimal sebuah base list yang digunakan untuk informasi general seputar mailing list. Untuk membuatnya, eksekusi perintah berikut:
newlist mailman
Perintah tersebut akan menghasilkan output semacam ini:
## mailman mailing list
mailman:              "|/var/lib/mailman/mail/mailman post mailman"
mailman-admin:        "|/var/lib/mailman/mail/mailman admin mailman"
mailman-bounces:      "|/var/lib/mailman/mail/mailman bounces mailman"
mailman-confirm:      "|/var/lib/mailman/mail/mailman confirm mailman"
mailman-join:         "|/var/lib/mailman/mail/mailman join mailman"
mailman-leave:        "|/var/lib/mailman/mail/mailman leave mailman"
mailman-owner:        "|/var/lib/mailman/mail/mailman owner mailman"
mailman-request:      "|/var/lib/mailman/mail/mailman request mailman"
mailman-subscribe:    "|/var/lib/mailman/mail/mailman subscribe mailman"
mailman-unsubscribe:  "|/var/lib/mailman/mail/mailman unsubscribe mailman"

Selanjutnya, salin output dari perintah tersebut dan tambahkan ke dalam file /etc/aliases dengan perintah berikut:
nano /etc/aliases, lalu paste di baris terakhir.

Terakhir, start Mailman dengan perintah:
/etc/init.d/mailman start

Anda seharusnya dapat melakukan login ke Mailman dengan mengunjungi http://domainanda.com/cgi-bin/mailman/admin/mailman, sesuaikan dengan nama domain yang Anda gunakan.

Kalau Anda ingin membuat list baru, misal dengan nama 'diskusi', Anda dapat langsung mengeksekusi perintah
newlist diskusi, kemudian copy output-nya ke /etc/aliases, dan eksekusi perintah
postalias /etc/aliases
Dari sini, Anda dapat mengunjungi halaman administrator http://domainanda.com/cgi-bin/mailman/admin/diskusi, dan user Anda dapat mendaftarkan diri pada halaman http://example.com/cgi-bin/mailman/listinfo/diskusi.

Semoga mencerahkan! ;)

Read More

Mengatasi DDoS XMLRPC Exploit WorPress

Jadi, hari ini website ini dan beberapa website lain yang berada di server ini mati ti ti ti selama beberapa saat karena DDoS yang dilakukan dari dua IP address berbeda. Dulu semasa kuliah, saya sempat mengira bahwa mana mungkin saya mengalaminya, apalagi saya juga bukan spesialis server dan jaringan.

Ceritanya begini. Siang tadi, ketika saya sedang bekerja dan akan mengakses server ini melalui SSH, saya mengalami lag yang luar biasa dan setelah saya cek, resource komputer server nyaris habis. CPU dan memori selalu 100 persen dan partisi swap pun nyaris penuh. Tidak berselang lama, saya menyadari bahwa ternyata website ini pun down.

Untuk mencari tau masalah yang terjadi, saya melakukan troubleshooting sederhana dengan mengecek proses-proses apa yang menghabiskan resource, dan saya menemukan bahwa apache2 dan mysql lah yang menghabiskan resource. Saya terbiasa mengecek system resources dengan perintah htop yang bisa di-install di Linux dengan mudah. Kalau Anda tidak punya paket tersebut, cukup jalankan perintah top dan amati sysem resources yang mungkin menjadi masalah.

Selanjutnya, saya coba mengecek traffic keluar dan masuk server dengan menggunakan program nethogs. Perintah detailnya adalah sebagai berikut:
sudo nethogs eth0, dimana eth0 merupakan network port yang ingin dimonitor. Berikut hasilnya:

[caption id="attachment_581" align="aligncenter" width="607"]DDoS Attack DDoS Attack[/caption]

Dari sini, saya coba lookup kedua IP address tersebut: 185.130.5.247 dan 185.130.5.209 melalui http://www.abuseipdb.com/. Hasilnya, ada ratusan komplain yang sudah dilakukan terhadap kedua IP address ini.

Setelah jelas bahwa saya sedang diserang, selanjutnya saya coba mengatasinya dengan memberikan firewall rules untuk memblokir kedua IP address berikut dengan perintah ini:
sudo iptables -A INPUT -s 185.130.5.209 -j DROP
sudo iptables -A INPUT -s 185.130.5.247 -j DROP

Kemudian saya aktifkan kembali apache2 yang tadinya saya stop untuk menghindari kehabisan resource. Hasilnya? Tidak berhasil. Ternyata serangan semacam ini tidak bisa diatasi dengan perintah iptables tersebut. Karena, serangan semacam ini memanfaatkan pingback pada file xmlrpc.php yang menjadi target serangan.

Solusinya ternyata adalah dengan membatasi akses di level routing. Ini tentunya hanya penyedia layanan hosting / VPS saja yang bisa melakukannya, jadi silakan hubungi support team dari hosting provider Anda untuk solusi permanen.

Sementara sambil menunggu respon dari support team, Anda dapat mencoba memblokir akses ke file xmrpc melalui .htaccess:

Order Allow,Deny
deny from all
, atau meng-install plugin untuk men-disable xmlrpc seperti plugin https://wordpress.org/plugins/disable-xml-rpc/, atau melalui konfigurasi apache2 untuk yang memiliki beberapa instalasi WordPress dalam satu server:
sudo nano /etc/apache2/apache2.conf, lalu tambahkan baris berikut:

order allow,deny
deny from all
, dan restart apache2 dengan perintah berikut:
sudo service apache2 restart

Oya, solusi tersebut hanya temporary workaround, mengingat dengan men-disable XMLRPC, beberapa fitur WordPress maupun plugin yang memanfaatkan XMLRPC tentunya tidak dapat bekerja. Fitur-fitur ini diantaranya adalah manajemen konten blog melalui aplikasi iOS / Android, dan fitur-fitur remote lainnya. Semoga membantu!

Read More

Ketika SSH Dianggap Illegal...

Beberapa hari terakhir, ada kegaduhan di Twitter terkait dengan pernyataan salah satu ISP terbesar di Indonesia yang menyatakan bahwa SSH itu ilegal. Untuk percakapan detailnya, coba Anda tengok langsung disini.

SSH memang sering disalahartikan oleh masyarakat awam, sebagai tindakan yang 'mencuri' akses data internet dari suatu ISP. Beberapa tahun yang lalu, banyak orang yang menawarkan 'internet murah dan unlimited' dengan SSH atau VPN. Jadi, para penggunanya akan dapat menggunakan internet super murah bahkan tanpa menggunakan pulsa sepeser pun. Ini sebenarnya memang celah yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, meskipun sepertinya saat ini cara tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi. Dan, oya, jangan mudah tergiur dengan 'murah', apakah Anda yakin bahwa data transaksi internet Anda aman?

Tapi, apa sebenarnya SSH itu? Coba kita baca referensi dari Wikipedia Bahasa Indonesia. SSH merupakan akronim dari secure shell.

Sekilas tentang Shell. Shell sendiri merupakan suatu program yang digunakan untuk mengakses services dari suatu sistem operasi. Kalau Anda pengguna Linux atau Mac, program yang biasa digunakan oleh distro Linux turunan Ubuntu, juga yang digunakan oleh OS X adalah Terminal. Kalau Anda pengguna Windows, mungkin Anda juga pernah mendengar tentang command prompt atau CMD kan?

Nah, SSH ini merupakan protokol jaringan yang aman untuk mengakses shell pada suatu komputer remote. Penggunaan SSH yang sering dilakukan oleh system administrator (sysadmin), maupun para pekerja IT lainnya adalah untuk mengakses komputer server. SSH sangat diperlukan untuk mengakses komputer secara remote. Kan daripada kita harus datang ke data center, kedinginan, jauh, macet, atau bahkan harus naik pesawat, kami lebih cenderung untuk mengakses server secara remote melalui SSH. Bahkan akses SSH ini pun dilakukan ketika data center nya berada di ruang sebelah. Daripada harus berdiri. :D

SSH nyaris dapat dimanfaatkan untuk seluruh operasi komputasi pada umumnya. Sebagai contoh, selain menggunakannya di server, saya juga terbiasa mengakses komputer rumah melalui SSH. Bahkan SSH pun juga dapat saya digunakan untuk akses remote desktop dan file transfer seperti Teamviewer. Intinya, ada banyak sekali hal yang dapat digunakan dengan menggunakan protokol yang satu ini, terutama bagi kami para tukang kode. Saya yakin, para karyawan IT Telkomsel pun juga paham dan tahu betul bahwa SSH itu tidak ilegal.

Lalu bagaimana dengan pernyataan Telkomsel kemarin? Sepertinya memang sudah diklarifikasi oleh Telkomsel, tetapi tetap menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk para ISP untuk mengedukasi masyarakat dengan informasi yang tepat. Juga, jangan sampai para ISP-ISP di Indonesia ini meraup keuntungan dengan cara yang nakal dan tidak fair. Lha wong kita ini bayar, kok. Semoga menjadi koreksi kita bersama, ya. ;)

Read More

Mengembalikan File yang Terhapus Permanen dengan Linux

Ada kalanya, kita secara tidak sengaja menghapus file tertentu. Menghapus ini bisa berarti melakukan operasi deletion, atau overwrite (menimpa), atau menghapus sebagian isi file secara sengaja maupun tidak disengaja. Nah, ternyata ada cara untuk melakukan recovery pada file-file tersebut.

Ada sedikit background story dari tulisan ini. Kebetulan memang hari ini tadi, seorang rekan saya yang juga merupakan seorang web developer menyadari bahwa terdapat satu file teks penting yang tiba-tiba ukurannya menjadi 0 byte, alias menjadi sebuah empty file. Sedihnya lagi, file ini tidak masuk ke dalam git repository, sehingga tidak ada backup dari file tersebut. Sebenarnya kami pun berusaha ikhlas dan berencana untuk mengulang pekerjaan pada file tersebut dari awal. Alhamdulillah, setelah satu-dua kali googling, saya menemukan salah satu thread di Stack Exchange yang cukup membantu. Tutorial ini sudah saya coba dan bekerja dengan baik di Ubuntu Server dan Manjaro Linux, dan semestinya berjalan dengan baik di berbagai komputer UNIX lainnya.

Pada dasarnya, ada dua perintah dasar linux yang digunakan, yaitu grep dan dd.

Pertama, kita perlu melakukan pencarian dengan search key tertentu menggunakan perintah grep. Usahakan search key yang digunakan terdapat pada versi terakhir file tersebut sehingga Anda dapat menemukan file dengan revisi terbaru. Berikut contoh perintahnya:
sudo grep -a -b "search-key-here" /dev/sda1

Parameter -a berarti bahwa pencarian dilakukan dengan asumsi bahwa tipe file yang dicari adalah file teks. Parameter kedua -b digunakan untuk menampilkan byte offset yang akan digunakan dalam perintah selanjutnya. Parameter ketiga merupakan search key yang harus Anda sesuaikan dengan key pencarian yang Anda lakukan. Terakhir, /dev/sda1 merupakan nama partisi harddisk tempat file tersebut berada. Sebagai catatan, untuk mengetahui daftar partisi harddisk, Anda dapat menggunakan perintah fdisk -l. Dalam tutorial ini, saya menggunakan partisi harddisk /dev/sda1, mohon sesuaikan dengan partisi Anda.

Selanjutnya, apabila berhasil ditemukan, eksekusi perintah grep tersebut akan menghasilkan daftar block yang memiliki search key yang dicari, contoh output-nya adalah sebagai berikut:
20199612669:        

20199633149:        
20199653629:        
20199682301:        

Block offset yang ditampilkan dalam format number yang berada di sebelah kiri adalah yang akan kita gunakan pada tahap selanjutnya. Akan terdapat beberapa hasil pencarian yang ditampilkan. Bisa saja, terdapat dua (atau lebih) file berbeda pada hasil pencarian ini. Oleh karenanya, usahakan menggunakan search key yang spesifik dan hanya akan ditemukan pada file yang ingin di-recover.

Setelah Anda mendapatkan block yang dicari, tahap selanjutnya adalah membuka block-block lainnya dengan menggunakan block yang terbaru. Block terbaru yang saya maksud adalah block terakhir yang ditampilkan pada hasil pencarian. Dalam contoh di atas, block yang saya maksud adalah 20199682301.

Tahap selanjutnya ini agak tricky, karena Anda perlu melakukan pencarian sepanjang block dari file tersebut. Pertama, jalankan perintah berikut:
dd if=/dev/sda1 count=1 skip=$(expr 20199682301 / 512) > file.txt
Perintah tersebut akan meng-copy isi block 20199682301 sepanjang satu block dan memasukkannya ke file.txt. Nah, kalau kita perhatikan hasil file.txt, maka kita hanya mendapatkan satu potong file tersebut. Oleh karenanya, Anda perlu merubah parameter count dan skip. Parameter count akan menentukan berapa banyak block yang akan di-copy. Coba Anda rubah menjadi 2, 3 dan seterusnya dan coba lihat hasilnya pada file.txt. Sedangkan, parameter skip akan melewati n blok tertentu sesuai masukan Anda. Ada cara simpel untuk 'mengakali' parameter ini yaitu dengan menambahkan + x ataupun - x untuk men-skip x blok setelahnya maupun x blok sebelumnya. Sehingga, perintah tadi dapat Anda rubah menjadi
dd if=/dev/sda1 count=1 skip=$(expr 20199682301 / 512 + 1) > file.txt, atau
dd if=/dev/sda1 count=1 skip=$(expr 20199682301 / - 1) > file.txt,
atau angka berapapun sesuai kebutuhan Anda. Tujuannya, Anda dapat mendapatkan kembali file tersebut secara utuh. Intinya, 'mainkan' parameter count dan skip. Oya, jangan melewatkan satu spasi sekalipun dari perintah di atas. ;-)

Selamat mencoba, let me know if you'd like to ask anything!

Read More

Pentingnya Membersihkan Kipas Mainboard Laptop

Jadi, setelah kemarin saya meng-install Manjaro di laptop jadul saya, ternyata masalah laptop lemot mulai kambuh lagi. Indikasinya dengan suara kipas yang menderu (ngoyo dan kasar layaknya mesin diesel, hehe), high CPU usage, serta komputer yang mulai kurang responsif. Nah, dari indikasi ini, saya mencoba membongkar case laptop untuk membersihkannya. Pikir saya, hanya sekedar iseng sekaligus membersihkan barangkali ada kotoran yang menyumbat.

Sekilas, ketika case sudah terbuka, memang tidak terlihat ada debu yang menempel. Serius. Tapi anehnya, mengapa suara kipas begitu kencangnya, dan temperatur CPU mencapai 90 Celcius ketika saya cek melalui sensor di Manjaro.

Karena penasaran, saya lanjutkan untuk mencoba melepaskan kipas yang menempel pada mainboard. Jujur, untuk melepaskan kipas dari laptop jadul ini memang agak sulit dan perlu hati-hati karena pada sebagian besar model laptop, kipas ini terhubung juga ke CPU. Singkat cerita, setelah berhasil melepas, kipasnya pun terlihat tidak ada debu yang berarti. Karena masih penasaran, saya coba untuk membuka kipas dan menemukan ternyata terdapat cukup banyak debu yang menyumbat saluran pembuangan kipas tersebut. Analisa saya, hal inilah yang menyebabkan overheating dan menurunnya performa komputer saya.

Setelah saya bersihkan dengan sikat dan sedikit air, kemudian saya kembalikan semua part ke posisi semula. Dan, voila! Sampai tulisan ini ditulis, komputer ini telah online selama sekitar 13 jam dengan penggunaan yang cukup berat: multiple web browser (puluhan tab terbuka), Aptana Studio 3, dan Youtube streaming, semuanya tanpa lag, kipas tidak berisik, dan temperatur CPU stabil berkisar 55 Celcius.

Jadi, jelas ternyata dengan membersihkan kipas dan saluran udara, saya bisa meningkatkan performa komputer dan menurunkan temperaturnya. Selamat mencoba. ;)

Read More

Review: Manjaro Linux 15.12 Capella XFCE

Setelah laptop ThinkPad saya beralih ke Arch Linux, kini giliran kakak seniornya yang beralih ke Manjaro. Si kakak senior ini sudah berusia cukup senior, kurang lebih sekitar 5,5 tahun bersama saya, ASUS K40IE.

ASUS saya ini sebelumnya pernah berjalan dengan beberapa macam sistem operasi, di antaranya Windows XP, Windows 7, Ubuntu, dan Linux Mint. Selama sekitar empat tahun terakhir, Linux Mint menjadi main OS yang saya gunakan pada laptop ini. Versi Linux Mint-nya pun sudah beberapa kali saya upgrade. Kalau tidak salah, versi terakhir yang saya gunakan pada laptop ini adalah Linux Mint 17 Qiana yang merupakan versi LTS yang sebenarnya masih terus didukung sampai tahun 2019.

Karena laptop ini saya rasa semakin menua dan me-lemot setiap hari, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan reinstall sistem operasinya. Kali ini, pilihan saya jatuh kepada Manjaro. Sebelumnya, saya terpikir untuk meng-install Arch Linux juga, seperti pada ThinkPad saya sebelumnya. Tapi karena saya agak sok sibuk belakangan ini, saya memilih untuk meng-install Manjaro yang katanya 'terasa' seperti Arch Linux, dengan proses instalasi yang jauh lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak waktu. Proses instalasinya insyallah akan saya coba tuliskan di lain kesempatan, ya. ;)

Nah, seperti yang tertulis di tagline yang ada di login screen-nya, "Enjoy the simplicity", kesan pertama yang saya dapatkan dari Manjaro adalah sederhana, tanpa mengurangi estetika dari tampilan keseluruhannya. Kesan ini entah karena saya memilih versi XFCE, tapi memang tampilannya sederhana tetapi tetap cantik. Saya memang sengaja memilih XFCE karena sederhana, fungsional, dan tidak menghabiskan banyak resource dan tetap cantik ;) . Nah, berikut tampilan default-nya:

[caption id="attachment_547" align="aligncenter" width="1280"]Tampilan default Manjaro 15.2 Capella XFCE Tampilan default Manjaro 15.2 Capella XFCE[/caption]

Oya, tampilan di atas sebenarnya bukan asli tampilan default, karena saya sudah tambahkan satu item network monitor di panelnya, selebihnya, semuanya asli. Nah, seperti terlihat pada gambar di atas, kalau Anda sudah familiar dengan istilah-istilah desktop environment Linux, mungkin Anda sudah bisa menebak apa saja yang digunakan oleh Manjaro versi ini. XFCE panel, whisker menu, dan Numix icon pack.

Secara personal, saya sejujurnya tidak terlalu senang dengan whisker menu dengan latar belakang berwarna putih, terlebih dipadukan dengan Numix icon pack. Numix memang karya yang bagus, tapi saya tidak terlalu suka dengan icon sejenis ini. Kembali lagi, selera masing-masing orang mungkin berbeda, kan? Tapi tetap saja, ini bukan masalah besar karena saya dapat melakukan tweaking di lain waktu untuk mengganti tampilannya sesuai keinginan. Yang nomor satu, tetaplah fungsionalitasnya. ;)

Mengenai performa, sama sekali tidak ada masalah pada laptop 'jadul' saya. Konsumsi CPU dari Intel dual core hanya skitar 1-2 persen pada saat selesai startup. Konsumsi memorinya pun tidak lebih dari 700-800 MB saja. Selanjutnya, tinggal kita coba untuk aktivitas development pada beberapa hari ke depan. Hehehe.

Manjaro merupakan distro turunan dari Arch Linux. Oleh karenanya, Manjaro juga merupakan distro yang rolling release. Artinya, kita tidak perlu melakukan instalasi ulang sistem setiap kali ingin meng-upgrade sistem operasi. Cukup ketikkan perintah sudo pacman -Syu dan semuanya pun beres.

Perbedaan Manjaro dengan parent distro-nya adalah, pada Manjaro, installer sudah di-bundle dengan aplikasi-aplikasi penting yang umum digunakan oleh pengguna, meskipun tidak sebanyak aplikasi yang di-bundle pada Ubuntu atau Linux Mint. Aplikasi bawaan Manjaro antara lain adalah desktop environment (XFCE, KDE, GNOME, Fluxbox, atau lainnya sesuai pilihan Anda), Firefox, Adobe Flash Player, GIMP, GParted, Guayadeque (music player), LibreOffice, Pidgin, Qt4 Designer, Steam (nah!), Thunderbird, dan VLC. Sekilas, aplikasi-aplikasi ini memang aplikasi general yang akan banyak digunakan oleh pengguna. Tidak terlalu banyak memang, inilah mengapa Manjaro tetap ringan dan hemat ruang. Ukuran installer-nya saja hanya sekitar 1.5 GB lengkap dengan aplikasi-aplikasi tersebut. Nah, kalau Anda memilih Arch Linux, semua aplikasi tadi harus Anda install satu per-satu. Intinya, buatlah komputer Anda sendiri dengan Arch Linux. :D

Overall, distro ini cukup menggoda. Meskipun, seperti biasa, masing-masing pengguna Linux mempunyai caranya masing-masing untuk mempercantik dan meningkatkan performa komputer masing-masing. Saya rasa, saya akan tetap menggunakan distro ini dalam waktu yang cukup panjang.

Sekiranya demikian review singkat saya mengenai Manjaro, sekarang ijinkan saya untuk mencoba install game via Steam dan mengetes bekerja (development) di OS ini. Semoga bermanfaat. ;)

Read More

Linux Bukan Soal Gengsi

Ada kecenderungan bahwa semakin banyak orang di sekitar lingkungan saya yang beralih menggunakan Linux. Memang, terus terang, 'lingkungan' yang saya maksud sebagian besar merupakan para pekerja IT. Tapi, tetap saja, ini cukup 'wah'.

Belakangan ini, semakin banyak anggota-anggota baru di berbagai forum dan grup komunitas pengguna Linux di Facebook. Saya juga melihat semakin banyak orang-orang di sekitar saya yang -setidaknya- sudah mulai meng-install Linux. Memang, hal ini merupakan suatu kemajuan yang cukup baik. Namun, ada satu hal yang saya sayangkan dari beberapa pengguna baru tersebut. Tak jarang dari mereka yang mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana cara hacking padahal mereka benar-benar pengguna baru, tak jarang juga mereka menanyakan pertanyaan dasar yang sebenarnya sudah terjawab dengan satu-dua keyword di Google, dan semisalnya. Satu hal yang saya lihat adalah, ada cukup banyak pengguna Linux yang menggunakannya hanya untuk sekedar gengsi, kekinian, dan (sok) keren. Semestinya, penggunaan perangkat lunak open source semacam Linux ini harus sesuai dengan semangat open source.

Di sisi lain, para pengguna senior pun seringkali terkesan kurang membantu para pengguna baru. Entah memang karena kesibukan, risih, maupun yang lainnya. Intinya, kita harus bisa mawas diri dan memberikan pendidikan dan bantuan yang baik kepada para pengguna pemula.

Terakhir, sebaiknya kita bisa menjadi contoh pengguna yang baik sehingga orang-orang di sekitar kita pun dapat beralih ke Linux. ;)

Read More

Kerja remote, kenapa tidak?

Ada tren baru dalam cara bekerja akhir-akhir ini: 'kerja remote'. Kerja remote berarti bahwa si pekerja tetap bertanggung jawab pada pekerjaannya, namun ia tidak perlu bekerja di kantor perusahaannya. Mereka bebas untuk bekerja dimanapun: rumah, cafe, coworking space, bahkan di pantai sekalipun. Inilah mengapa mereka disebut sebagai remote worker.

Biasanya, ada satu requirement yang harus terpenuhi ketika seseorang bekerja secara remote: internet. Internet menjadi hal wajib mengingat bahwa internet-lah yang sesungguhnya menjadi 'kantor' bagi mereka. Segala bentuk komunikasi, kontrol, dan delegasi tugas dilakukan melalui internet.

Sekarang bukan hanya freelancer dan business owner yang bisa bekerja secara remote. Saat ini, sudah mulai banyak perusahaan yang menawarkan posisi remote kepada karyawannya. Analisa saya, perusahaan akan dapat menghemat biaya dengan memberikan keleluasaan bagi para karyawannya untuk dapat bekerja dimanapun. Artinya, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya sewa kantor, peralatan, dan lain sebagainya. Selain itu, para pekerja cenderung akan merasa lebih nyaman dengan kebebasan yang diberikan oleh tempatnya bekerja yang kemudian akan dapat meningkatkan produktifitas perusahaan.

Bagi para pekerja remote, pekerjaan semacam ini cukup disukai karena para pekerja dapat lebih rileks dan leluasa dalam menentukan waktu, tempat, dan cara bekerja masing-masing. Semisal, saya biasa bekerja setiap pagi sejak kira-kira pukul lima pagi, setelah shalat subuh dan ini itu. Waktu ini saya rasa merupakan waktu paling produktif sampai sekitar selesai shalat dhuhur..

Di sisi lain, berdasarkan pengalaman rekan-rekan (bukan saya :D ), pekerja remote cenderung mendapatkan pendapatan yang lebih, terutama jika employer atau client-nya berasal dari luar negeri. Hourly rate untuk pekerjaan dari luar negeri rata-rata berkisar antara 10-20 USD. Artinya, kalau kita bekerja selama lima jam sehari saja, setidaknya kita sudah dibayar 50 USD. Satu hal ini memang bervariasi antar para pekerja remote. Umumnya, semakin tinggi 'jam terbang'-nya, maka semakin tinggi pula pendapatannya.

Bekerja remote memang lebih memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada para pekerjanya. Tapi hal ini bukan berarti tanpa sisi minus, lho. Semisal, pertama, seakan para pekerja yang bekerja di rumah terlihat seperti pengangguran (ini serius :D ). Kedua, juga pendapat personal, terkadang kami merindukan lingkungan kerja seperti para pekerja kantoran. Kalau dulu ketika masih bekerja kantoran, saya terbiasa ngobrol dan berinteraksi dengan banyak orang, sekarang sudah tidak lagi. Kalau dulu sering makan siang bersama rekan-rekan sekantor, sekarang pun makan siang hanya ditemani oleh video-video Top Gear dan Daehan Minguk Manse di YouTube.

Bagaimanapun, pekerjaan apapun memang ada kurang dan lebihnya masing-masing. Satu hal yang penting adalah bagaimana kita dapat menghargai waktu dan mensyukuri segala karunia Allah. Bukan begitu? ;)

Read More

Catatan Kecil untuk Pengguna Teknologi

Kita, katanya, hidup di jaman modern. Setidaknya memang kita hidup di jaman yang lebih modern dari para pendahulu kita.
Kata orang, kita yang merupakan manusia modern sudah terbiasa hidup dengan komputer, smartphone, internet, dan berbagai macam aplikasi. Nah, masalahnya, apakah kita sudah benar-benar 'mengerti' mereka? Memang, mereka hanyalah alat untuk mempermudah pekerjaan kita. Dengan komputerlah kita terbantu menyelesaikan pekerjaan, berinteraksi dengan relasi, bahkan menghibur diri!

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa mereka adalah buatan manusia yang sama seperti Anda. Komputer, smartphone, software, apapun. Mereka juga peralatan yang mempunyai batasan tertentu. Mereka perlu dirawat agar dapat bekerja dengan baik. Mereka juga terkadang "sakit" sehingga perlu disembuhkan. Dan terakhir, akan ada masa dimana mereka pun harus pensiun dan mengakhiri tugasnya.
Sebenarnya bukan itu masalahnya. Yang jadi adalah bahwa kita belum menjadi pengguna yang bijak. Wong komputer asal colok ke listrik yang tegangannya naik turun. Wong kita biasa install software cuma klik "next" aja. Wong kita selalu pencet tombol close, ok, atau cancel sesuka hati pada setiap kotak dialog yang muncul. Dan masih banyak wong wong lainnya....

Kawan, komputer itu dibuat dari rangkaian kompleks elektronika yang luar biasa. Software pun dibuat dari ribuan bahkan jutaan baris kode yang tak kalah kompleksnya. Lha kalo si pengguna cuma pencet tombol sesuka hatinya pada setiap dialog box yang muncul, lalu apa artinya? Ending-nya, mereka bilang bahwa komputernya rusak, atau software-nya jelek.

Lalu?

Read More

Speedy Juga Masih Jahat

Saya pengguna Speedy. Yah, meskipun jarang-jarang. Setidaknya, Speedy telah terkoneksi di rumah kedua orang tua saya selama kurang lebih 7 atau 8 tahun terakhir. Memang, Speedy di rumah bukan menjadi koneksi internet yang utama bagi saya. Karena memang Speedy termasuk lemot (dan mahal!) jika dibandingkan dengan ISP lain. Jadilah saya menggunakan Speedy di rumah hanya sesekali saja. Selebihnya, ya provider broadband sebelah.

[caption id="attachment_516" align="aligncenter" width="1048"]Speedy Juga Masih Jahat Speedy Juga Masih Jahat[/caption]

Eh, lha kok ini tadi, ketika bekerja dengan koneksi Speedy, saya menemukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh Speedy: script injection dalam bentuk intrusive advertisement pada website yang kita kunjungi. Iklan semacam ini pernah juga dilakukan oleh Telkomsel dan XL yang berujung protes besar dari penggunanya dan berhasil meraih lebih dari 20 ribu tanda tangan petisi. Jelas kan?

[caption id="attachment_519" align="aligncenter" width="1031"]Speedy Juga Masih Jahat Speedy Juga Masih Jahat[/caption]

Nah, kalau Anda merasa tidak masalah dengan adanya iklan tersebut, coba Anda pertimbangkan hal-hal ini:

  1. Kita adalah konsumen
    Ini poin pertama. Kita adalah konsumen yang membayar untuk mendapatkan layanan internet. Layanan internet ini bukan layanan internet gratisan. Apakah patut bagi para ISP menyusupi iklan pada saat kita browsing di internet?
  2. Mengganggu pengguna
    Parameter 'mengganggu' memang cenderung subyektif. Untuk banner seukuran iklan ini, mungkin Speedy men-caplok sekitar 10 persen dari halaman website hanya untuk iklan yang tidak kita inginkan. Saya rasa, ini sudah cukup mengganggu, kan? Belum lagi, karena iklan ini dalam bentuk script injection, bisa jadi akan mengganggu fungsionalitas website yang kita kunjungi. Apakah belum juga cukup mengganggu bagi Anda?
  3. Mengganggu pemilik website
    Kalau Anda punya website, mungkin Anda akan tau rasanya ketika ISP bertindak nakal pada website Anda. Contoh misal blog ini, saya memang sengaja tidak sama sekali memasang iklan pada blog ini. Nah, kalau si Speedy menambahkan iklan di blog ini, berarti Speedy seenak udel-nya dong numpang cari duit di blog saya? Mbok ya kulonuwun, ya to? Kalau Anda melihat iklan Speedy atau lainnya di blog saya ini, coba kirimkan screenshot-nya, ya.
  4. Privasi
    Nah ini yang terpenting. Kalau Anda belum ngeh dengan pentingnya privasi di internet, coba baca tulisan saya sebelumnya. Dengan melakukan script injection pada website yang Anda kunjungi, setidaknya para ISP telah melakukan pelanggaran privasi dengan mencuri data berupa aktifitas kita di internet. Sekecil apapun data yang dicuri, tetap saja hal ini merupakan pelanggaran privasi. Data mining selalu menjadi masalah yang sensitif ketika dilakukan tanpa seijin pengguna layanan. Dan, ya, kita --para pengguna-- tidak pernah menyetujui terms & agreements semacam itu.

Oya. Mungkin ada workaround untuk menghindari munculnya iklan-iklan tak beretika ini dengan memasang AdBlock. Tapi tetap saja, Adblock hanya bekerja pada sisi client. Artinya, hanya poin pertama dan kedua yang teratasi. Selebihnya, iklan ini tetap mengganggu pemilik website dan melanggar privasi Anda!

Nah, kalau Mas Haqqi bilang bahwa Speedy Jahat pada tulisannya tahun lalu, saya bilang Speedy juga masih tetap jahat sampai hari ini.

Semoga tulisan ini mencerahkan.

Ditulis pada sore hari yang mendung.

Read More

Senjata Rahasia: Perintah 'grep'

Kali ini saya ingin berbagi tentang productivity tool yang biasa saya gunakan untuk melakukan debugging, maintenance, ataupun development dengan memanfaatkan perintah grep. Tips ini berguna terutama pada development environment yang mana saya belum terbiasa dengannya, misalnya ketika saya harus bekerja dengan framework baru, atau bahasa pemrograman baru, sedangkan saya membutuhkan penyelesaian yang cepat. Tips ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencari snippet kecil dalam source code sehingga Anda akan lebih mudah untuk menemukan dan mengeditnya.

Perintah grep pada dasarnya digunakan untuk mencari suatu string yang terdapat di suatu stream, file ataupun direktori. Perintahnya pun sederhana dan bekerja dengan cepat. Ibaratnya, perintah grep ini dapat dimanfaatkan untuk mencari jarum dalam tumpukan jerami dengan mudah.

Contoh pertama yang paling sederhana, Anda dapat menggunakan perintah grep untuk mencari suatu string dari suatu file dengan perintah sebagai berikut:
grep "string_yang_dicari" namafile.ext
Screenshot_2015-12-04_20-52-54

Kemudian, untuk meningkatkan visibilitas dari string yang dicari, Anda dapat memanfaatkan parameter --color untuk memberikan warna pada hasil perintah grep. Contohnya:
grep "string_yang_dicari" namafile.ext --color
Screenshot_2015-12-04_21-07-50

grep juga dapat Anda gunakan untuk mencari string tanpa memperhatikan case. Artinya, string "echo" dan "EcHo" akan dianggap sama dalam proses pencarian. Anda cukup menambahkan parameter "-i" pada perintah grep:
grep "string_yang_dicari" namafile.ext --color -i
Screenshot_2015-12-04_21-08-33

Satu lagi, grep juga dapat digunakan untuk mencari string dari sekumpulan file yang terdapat pada suatu direktori secara rekursif. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu menambahkan parameter "-r" tanpa memberikan parameter file tujuan:
grep "string_yang_dicari" --color -i -r

Terakhir, grep juga dapat digunakan untuk pipelining dari output suatu perintah. grep juga dapat digunakan dengan berbagai parameter lainnya, termasuk juga menggunakan regular expression. Untuk lebih jelasnya, silakan mengacu pada manual dari perintah ini dengan mengeksekusi perintah man grep. Semoga membantu ;-)

Read More

Membuat Komputer Server dengan Internet Speedy dan no-ip

Sebenarnya, semua komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari dapat digunakan sebagai komputer server yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, misalnya server web, database, repositori file, akses remote, dan lainnya. Hanya saja, koneksi internet yang biasa digunakan di perumahan umumnya adalah dynamic IP address yang seringkali berganti IP publik setiap kali melakukan rekoneksi. Ini akan menjadi masalah ketika kita perlu mengarahkan nama domain tertentu ke IP komputer yang dituju. Atau sekalipun Anda tidak menggunakan nama domain, Anda akan kerepotan apabila IP komputer yang dituju seringkali berubah-ubah. Oya, tulisan kali ini 'gara-gara' Masbro @FauziSusanto.

Layanan semacam noip.com memang sudah eksis cukup lama dalam menawarkan solusi dynamic DNS ini. Tapi tak ada salahnya untuk mengulas kembali, kan? ;-)

Pada dasarnya, layanan dynamic DNS ini bekerja dengan urutan sebagai berikut:

  1. Domain dari dynamic DNS ke koneksi internet rumah / modem
  2. IP publik koneksi internet rumah / modem ke komputer tujuan (jaringan lokal)

Untuk menggunakan layanan dynamic DNS dari no-ip ini, saya harap Anda sedikit banyak sudah memahami dasar-dasar jaringan komputer: DNS, IP publik / privat, IP statis / dinamis, dan dasar-dasar mengenai membangun dan konfigurasi komputer server. Pada tutorial ini, saya menggunakan perangkat-perangkat sebagai berikut:

  • Komputer dengan OS Linux Mint (yang akan dijadikan sebagai server, komputer OSX maupun Windows juga dapat digunakan sebagai server)
  • Modem jadul Speedy Sanex SA5100

Seperti biasa, saya menggunakan komputer Linux sebagai server maupun client. No-ip juga mendukung sistem operasi OSX maupun Windows.

Oya, untuk konfigurasi routing dari modem ke 'calon' komputer server, mungkin diperlukan tahapan berbeda sesuai dengan perangkat yang Anda gunakan. Tapi saya rasa hampir semua perangkat modem Speedy bisa digunakan, kok. Wong modem jadul saya aja bisa. :D

Baiklah, berikut step-by-step konfigurasinya.

  1. Register akun noip.com
  2. Add a host

    [caption id="attachment_454" align="alignnone" width="1280"]Add a host Add a hostt[/caption]

    Nah, setelah akun noip.com aktif, Anda bis langsung menambahkan komputer rumah yang akan dijadikan sebagai komputer server. Masuk ke section Hosts/Redirect, lalu pilih opsi Add host. Isikan form yang tersedia sesuai kebutuhan. Default nya, minimal Anda hanya perlu memilih hostname untuk komputer server yang Anda inginkan. Isian IP address di form ini opsional untuk diganti, karena pada dasarnya nanti komputer Anda akan meng-update IP address ini sesuai dengan IP publik Anda secara otomatis. Nah, kalau sudah, langsung klik tombol Add host. Oya, kalau Anda ingin mengarahkan email ke server Anda, Anda juga perlu mengisikan MX record.

  3. Install dan konfigurasi no-ip client
    Mudahnya, langsung ikuti petunjuk untuk masing-masing OS: Linux, Mac, dan Windows.
  4. Konfigurasi IP statis

    [caption id="attachment_459" align="aligncenter" width="1376"]Konfigurasi IP statis pada modem Sanex SA5100 Konfigurasi IP statis pada modem Sanex SA5100[/caption]

    Komputer yang akan dijadikan sebagai server perlu mendapatkan IP statis dari DHCP server agar tetap dapat mendapatkan IP yang sama setiap kali terhubung ke jaringan. Oleh karenanya, DHCP server harus dikonfigurasi untuk memberikan IP statis kepada komputer tersebut. Dalam contoh ini, DHCP server saya berada pada modem ADSL Speedy sehingga saya akan melakukan konfigurasi langsung ke modem. Pengaturan IP statis pada jaringan Anda mungkin berbeda bergantung pada letak konfigurasi DHCP server dan perangkat yang digunakan.
    Pada umumnya, konfigurasi dilakukan dengan memilih MAC address dari komputer tujuan dan memasukkan IP address yang diinginkan. Btw, mohon maaf saya terpaksa menggunakan Windows karena web interface untuk konfigurasi modem hanya kompatibel dengan internet explorer. :|

  5. Konfigurasi routing dari modem ke komputer server

    [caption id="attachment_463" align="aligncenter" width="1376"]Enable DMZ Enable DMZ[/caption]

    Tahapan ini harus dilakukan ketika komputer yang akan menjadi server tidak terhubung langsung ke internet dan mendapatkan IP publik. Oleh karenanya, kita perlu melakukan routing untuk mengarahkan semua request yang menuju ke IP publik Speedy kita untuk diarahkan langsung ke komputer server tujuan. Pada beberapa modem, termasuk modem yang saya gunakan, konfigurasi ini disebut sebagai DMZ atau Demilitarized Zone. Isikan IP address dari komputer tujuan sesuai dengan IP statis yang telah dipilih pada tahap sebelumnya.

  6. Add services yang dibutuhkan

    [caption id="attachment_465" align="aligncenter" width="1376"]Add services Add services[/caption]

    Pada tahap ini, masukkan services yang akan diaktifkan. Sebisa mungkin, perhatikan celah keamanan yang mungkin terbuka. Jangan sampai terlalu banyak mengaktifkan layanan yang tidak diperlukan, yang pada akhirnya justru membahayakan keamanan komputer Anda. Layanan minimal untuk menjalankan server web biasanya hanya sebatas ICMP (ping), web server (port 80).

  7. Tes ping dan semua layanan

    [caption id="attachment_468" align="aligncenter" width="1280"]Punya saya~~ Punya saya~~[/caption]

    Terakhir, coba cek ping ke domain dan buka domain Anda melalui browser. Kalau Anda ingin melihat hasil tutorial ini, Anda bisa buka halaman [nama depan saya][dot]hopto[dot]org (semoga sedang online dan tolong jangan diusilin ya ehehehehe). Semoga berhasil!

Read More

Programmer: Tukang Kode

Perkenalkan, nama kami programmer. Pekerjaan kami programming. Dolanan kami pun komputer. Komik dari 1cak di atas menjadi inspirasi tulisan kali ini.

Pekerjaan kami memang mungkin berbeda dengan berbagai pekerjaan kantoran / lapangan pada umumnya. Pekerjaan kami fleksibel, baik secara jam kerja maupun tempat kerja. Pekerjaan kami juga tidak fleksibel, jika itu menyangkut deadline dan fungsional program.

Berbagai program yang sudah biasa kita nikmati sehari-hari, baik berupa aplikasi web, desktop, maupun aplikasi mobile, merupakan hasil kerja dari para tukang kode. Lalu berapa jumlah kode yang harus ditulis oleh para tukang kode? Ribuan. Hanya untuk satu halaman website ini, ada ribuan baris kode yang harus dituliskan. Sedangkan, sebuah program pada umumnya terdiri dari puluhan halaman yang harus bekerja dengan baik. Jadi, berapa banyak baris, bait, dan syair kode yang harus dituliskan? ;-)

Itulah mengapa, teman-teman kami para tukang kode seringkali menghabiskan waktu seharian di depan komputer: beralih dari satu halaman browser ke halaman yang lain, beralih dari satu program ke program yang lain. Memang terkadang seringkali kami terlihat sedang browsing membaca artikel di internet. Ini bukan berarti kami membuang waktu untuk browsing tanpa alasan, melainkan kami sedang mencari referensi penulisan kode program demi menghasilkan aplikasi yang bekerja dengan baik. Atau kadang Anda melihat kami beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya -yang Anda pun tidak tahu aplikasi tersebut-. Ini pun bukan berarti kami sedang dolanan, mungkin kami sedang merancang atau mengimplementasikan kode program. ;-)

Kami memang bersenang-senang dengan komputer, bukan semata hanya untuk kesenangan kami, tapi memang itulah pekerjaan kami.

 

 

 

Read More

data.go.id, Repositori Open Data Indonesia

Data, merupakan hal paling berharga dari segala bentuk perangkat komputasi saat ini. Bagaimanapun, perangkat komputasi dibuat untuk mengolah dan memanfaatkan data.

Begitu pula dengan data milik publik. Data memang tidak semestinya hanya sekedar dikumpulkan dan disimpan (collect and store). Lebih dari itu, data milik publik semestinya dapat diolah, dianalisa, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan umum.

Saat ini, OpenGov Indonesia telah melakukan inisiatif yang patut diapresiasi dengan menyediakan repositori data publik Indonesia yang dapat diakses dengan mudah di http://data.go.id. Lalu, apa saja yang dapat dimanfaatkan dengan ketersediaan data ini? Pertama, data-data ini dapat digunakan oleh publik untuk diolah dan dianalisa sehingga yang pada akhirnya berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Selain itu, data-data ini juga dapat diolah dan dimanfaatkan oleh pengembang perangkat lunak untuk membuat aplikasi-aplikasi inovatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Jadi, tunggu apa lagi? ;)

Read More

Beralih ke Arch Linux

Hari-hari ini adalah hari yang berlalu cukup berat bagi saya (a bit too much!), karena saya memutuskan untuk meng-install Arch Linux demi masa depan (a bit more!). Selama lima tahun terakhir, saya menghabiskan waktu bersama Linux Mint dengan berbagai wujudnya. Semua komputer saya selama ini berjalan dengan Linux Mint.

Baru kemarin, saya memutuskan untuk melakukan fresh installation Arch Linux ke laptop Thinkpad, sementara komputer lainnya masih berjalan dengan Linux Mint. Yah, hanya untuk jaga-jaga kalau ada masalah dengan instalasi Arch Linux, setidaknya saya masih punya cadangan komputer lain.

Biasanya, seorang pengguna Linux akan setia dengan distribusi Linux yang ia pakai. Di sisi lain, kami juga seringkali tergoda dengan distro-distro lain yang lebih 'wah' dan menggoda. Ingin rasanya mencoba seluruh distro yang ada. Begitu pun dengan saya. Saya memang setia dengan Linux Mint, hanya saja saya begitu tergoda dengan simplicity yang dielu-elukan oleh Arch Linux.

Arch Linux pada dasarnya tidak ditujukan sebagai first distro bagi siapapun yang ingin beralih ke Linux. Arch Linux memang ditujukan kepada pengguna Linux yang sudah terbiasa dengan Linux dan sedikit banyak familiar dengan command line interface. Mengapa? Karena base installation Arch Linux begitu sederhana, hanya paket-paket utama yang tersedia. Sisanya, Anda harus melakukan instalasi sendiri! Tapi ini bukan berarti bahwa Arch Linux tidak cocok bagi pengguna baru Linux, lho. Tapi mungkin Anda akan sedikit kesulitan dalam penggunaannya pertama kali. Jangan heran ketika Anda hanya menemukan command line interface ketika telah berhasil melakukan instalasi. Jangankan desktop environment (tampilan grafis pada komputer Linux), Anda pun bahkan harus melakukan konfigurasi manual untuk bisa terhubung ke internet atau wifi. Padahal, untuk melakukan instalasi packages, Anda membutuhkan koneksi internet (kecuali Anda ingin meng-compile sendiri :D).

Lalu mengapa para Archers (julukan bagi para pengguna Arch Linux) memutuskan untuk menggunakan distro ini? Lha wong ribet, angel. Bukankah lebih enak kalau kita menggunakan distro-distro lain yang siap pakai? Arch Linux menawarkan simplicity, dengan tujuan agar komputer Anda berjalan dengan performa terbaik dan sesuai kebutuhan Anda. Jadi, kalau Anda bukan desainer grafis, Anda tidak perlu menghabiskan space komputer untuk aplikasi grafis. Kalau Anda tidak perlu aplikasi perkantoran, Anda juga tidak perlu melakukan instalasi program-program tersebut. Anda hanya perlu melakukan instalasi program yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jadi, tergoda Arch Linux juga? Yuk! ;)

Read More

Internet dan Privasi, Mengapa Begitu Penting?

Tidak lagi dipungkiri bahwa kita sehari-hari hidup dengan internet. Tak dipungkiri juga bahwa internet membantu kita dalam banyak hal, termasuk untuk menulis dan membaca tulisan ini.

Internet adalah suatu jaringan komputer yang luar biasa besar dan kompleks. Saya coba memberikan gambaran singkat mengenai internet secara umum. Saya analogikan internet sebagai jaringan dari seluruh sistem transportasi di seluruh dunia. Internet digunakan sebagai media lalu lintas data. Data saya analogikan sebagai para pengguna transportasi.

Sebagaimana lalu lintas di suatu jalan, semua orang 'yang berhak' dapat menggunakannya. Jika saya inginkan, saya pun dapat melihat kendaraan-kendaraan dan pengguna jalan di suatu persimpangan jalan dengan mudah. Demikian juga halnya dengan internet. Saya pun, jika saya inginkan, saya dapat melihat lalu lintas data yang melewati suatu node tertentu. Melihat. Inilah yang menjadi masalah di internet, yang biasa dikenal sebagai pelanggaran privasi.

Bayangkan ketika Anda sedang ngopi di cafe, mall, ataupun warung kopi dengan wifi gratis (atau bahkan berbayar), apakah privasi njenengan terjamin aman? Apakah njenengan yakin bahwa tidak ada seorang pun yang sedang 'menguping' atau bahkan menjahili lalu lintas data dari dan ke perangkat njenengan? Apakah njenengan juga yakin bahwa internet yang sampeyan gunakan bukanlah wifi tipuan dari peretas di sekitar Anda? Belum lagi, apakah njenengan yakin bahwa perusahaan-perusahaan internet (Facebook dsb) tidak akan 'memainkan' data Anda?

Lalu Anda timbul pertanyaan "Lha kan apa yang mau dicuri dari komputerku, Mas?". Pak, Bu, Mas, Mbak, ketika kita menggunakan internet, entah dalam apapun bentuknya: berkirim pesan, email, laporan kantor, foto, video, dsb; semua data itu akan melewati jaringan komputer yang saya sebutkan tadi. Nah, kalau saya iseng nguping koneksi internet sampeyan, terus saya curi email berisi laporan kerja sampeyan yang sangat rahasia, atau saya baca obrolan chat Anda, atau saya curi foto Anda dengan selingkuhan Anda, atau saya lakukan transaksi dari rekening bank Anda ke rekening saya, atau atau atau atau... Boleh?

Anggaplah si Fulan suka menyanyi. Tapi ia hanya akan menyanyi ketika tidak ada orang di sekitarnya. Menyanyi bukan sebuah aib kan? Hanya saja, si Fulan tidak suka menyanyi di depan orang lain. Inilah privasi.

Mulai sekarang, ada baiknya untuk menjaga privasi kita serta menghargai privasi orang lain di internet. Apapun alasannya, mencuri tetaplah mencuri. ;)

Tapi, jangankan privasi di internet, lha wong kualitas internet di Indonesia aja masih begini begitu...

Read More

Sshuttle, Alternatif VPN untuk Menjaga Privasi di Linux / MacOS

Belakangan ini, saya tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai pengamanan data pada komputer / gadget yang saya miliki. Setelah melakukan instalasi dan setup OpenVPN AS dan berhasil menghubungkan komputer / tablet / smartphone saya ke VPN, saya mencoba alternatif lain untuk menjaga privasi lalu lintas data di komputer dengan menggunakan Sshuttle.

OpenVPN AS memang lebih mudah untuk di-install dan dikonfigurasi daripada OpenVPN. Maklum, OpenVPN AS ini adalah aplikasi berbayar, hanya ia memberikan free license dengan batasan dua concurrent connected clients. Batasan inilah yang sehingga saya mencoba mencari alternatif lainnya. Sebenarnya, OpenVPN adalah aplikasi open source dan dapat digunakan bebas. Hanya saja, bagi saya, perlu usaha lebih untuk melakukan instalasi dan konfigurasinya. Karena server yang saya gunakan adalah server yang multifungsi, saya jadi belum berani mengambil resiko daripada saya mem-berantak-kan server saya.

Nah, untuk kali ini saya mencoba Sshuttle. Berbeda dengan OpenVPN, Sshuttle bukanlah sebuah VPN. Sshuttle hanya sebatas memanfaatkan koneksi SSH untuk membelokkan semua lalu lintas data melalui port SSH sehingga seluruh transmisi data dari komputer ter-enkripsi. Anda pun juga tidak akan mendapatkan IP dari Sshuttle seperti halnya jika Anda menggunakan VPN. Istilahnya, Sshuttle menggunakan SSH tunnelling untuk membelokkan traffic internet pada komputer Linux / MacOS Anda.

Sshuttle sangat mudah untuk diinstall dan dikonfigurasi. Bahkan, Anda tidak perlu melakukan konfigurasi apapun pada komputer server. Selain itu, Anda juga tidak perlu membeli aplikasi ini karena aplikasi ini berlisensi GNU GPL V2.

Yang Anda butuhkan hanyalah komputer server dengan SSH server. Saya menggunakan droplet dari DigitalOcean (referral, dengan tambahan credit gratis 10USD, 5USD/bulan) dan komputer klien dengan sistem operasi Linux / MacOS.

Selanjutnya, ikuti tahapan berikut:

  1. git clone git://github.com/apenwarr/sshuttle untuk meng-clone repositori Sshuttle
  2. jalankan dengan perintah ./sshuttle --dns -vvr username@sshserver 0/0
  3. DONE

Untuk membuktikan bahwa Anda telah terkoneksi ke internet secara private, lakukan pengecekan IP publik dari komputer klien. Salah satunya dengan melakukan pencarian Google dengan query "What is my IP". Voila! IP publik Anda berubah mengikuti IP publik dari komputer SSH server Anda!

Screenshot

Anda juga dapat mengecek traffic komputer Anda setelah menggunakan Sshuttle. Kali ini saya menggunakan Nethogs pada Linux Mint. Anda dapat lihat dari gambar bahwa saya sedang melakukan streaming video dari Youtube tetapi Nethogs menunjukkan bahwa traffic Youtube melewati port SSH. 8-)

Anda tidak lagi perlu khawatir dengan para peretas yang akan berusaha mencuri data dari komputer Anda ketika terkoneksi pada wifi publik. ;)

sds

Read More

By Time...

[caption id="attachment_390" align="aligncenter" width="1280"]source: http://takbyr.tumblr.com/ source: http://takbyr.tumblr.com/[/caption]

Read More

Membuat VPN Server Sendiri dengan OpenVPN Access Server

VPN, Virtual Private Network kurang lebih dapat dipahami sebagai jaringan privat yang diimplementasikan melalui jaringan publik. Dengan VPN, kita dapat terhubung dengan jaringan komputer privat (semacam LAN) melalui jaringan publik di manapun. Contoh penggunaannya, kita jadi tidak perlu repot-repot harus berada di kantor untuk sekedar terhubung pada jaringan lokal kantor karena kita dapat menggunakan jaringan internet manapun dari manapun dan menggunakan VPN yang menghubungkan ke jaringan kantor. (semoga cukup jelas :D)

Nah, penggunaan VPN tidak hanya terbatas pada korporasi, melainkan banyak juga digunakan oleh individu. Misalkan, saya-yang bukan pekerja kantoran- menggunakan VPN untuk mengakses komputer di rumah, dari manapun saya berada, sehingga saya dapat sewaktu-waktu me-remote dengan SSH, dan men-download file yang saya butuhkan dari komputer rumah. Kalau Anda punya 'smart home system', anda juga bisa mengontrol rumah Anda dari jauh dengan terhubung melalui VPN. Selain itu, VPN juga saya gunakan untuk 'menjaga privasi' ketika menggunakan jaringan internet publik: wifi, mobile provider, dsb.

Bagaimana VPN dapat menjaga privasi kita? Sebagai contoh, kalau kita menggunakan wifi di tempat umum, semua orang yang memiliki akses ke jaringan wifi tersebut sebenarnya dapat melakukan 'sniffing' atau memata-matai semua paket data yang berlalu-lintas di jaringan tersebut. Bayangkan kalau email, obrolan, bahkan data transaksi perbankan Anda dicuri oleh orang lain, repot kan? VPN bisa menjadi solusi karena VPN membuat jaringan privat yang mengamankan paket data yang anda 'transceive' melalui jaringan publik. Ada tulisan bagus mengenai pentingnya VPN di Lifehacker dan Gizmodo.

Selanjutnya ada solusi VPN yang gratis yang dapat Anda install sendiri, yaitu dengan OpenVPN. OpenVPN ini adalah aplikasi open source dan gratis, hanya saja perlu sedikit perjuangan panjang untuk melakukan instalasi dan setup sampai dapat digunakan. Ada solusi yang lebih mudah dengan OpenVPN Access Server. Aplikasi ini dapat di-install dan setup dalam waktu kurang dari lima menit. Oya, sebenarnya aplikasi ini adalah aplikasi berbayar, hanya saja dapat digunakan secara gratis dengan batasan 'two concurrent connections'. Lumayan, kan?

Sebelum melakukan instalasi, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Komputer sebagai VPN server. Dalam hal ini saya menggunakan droplet Ubuntu 14.04 64 bit dari DigitalOcean (referral, dengan tambahan credit gratis 10USD, 5USD/bulan. Jika Anda membutuhkan balance Paypal, silakan hubungi saya). Anda juga bisa menggunakan komputer manapun dengan ip publik.

Nah, setelah server siap, tahap instalasi dan konfigurasinya adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan koneksi SSH ke server Anda
  2. Update repositori dengan perintah sudo apt-get update
  3. Download OpenVPN AS dengan perintah wget http://swupdate.openvpn.org/as/openvpn-as-2.0.19-Ubuntu14.amd_64.deb
  4. Install package OpenVPN AS: sudo dpkg -i openvpn-as-2.0.19-Ubuntu14.amd_64.deb
  5. Buat password untuk user openvpn: sudo passwd openvpn
  6. Cek status openvpn pada https://ip-address-server:943/admin/. Kalau statusnya adalah 'ON', maka VPN Anda siap digunakan

Selanjutnya untuk konfigurasi komputer klien dan menghubungkan ke VPN Anda, Anda perlu men-download file client.ovpn dari dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Login melalui browser ke: https://ip-address-server:943/ dengan username openvpn dan password yang anda masukkan pada langkah ke 5
  2. Setelah login, download konfigurasi OpenVPN dengan memilih "Yourself (user-locked profile)". File konfigurasi ini yang akan digunakan untuk otentikasi komputer, HP, dan berbagai perangkat Anda ke VPN

Setelah men-download file client.ovpn, gadget Anda dapat melakukan koneksi ke VPN. Untuk komputer klien dengan sistem operasi linux, pastikan telah meng-install openvpn dengan sudo apt-get install openvpn, kemudian lakukan koneksi dengan sudo openvpn --config client.ovpn. Untuk Android, download OpenVPN Connect kemudian pilih menu import -> import profile from SD card -> pilih file client.ovpn -> Connect. Untuk terhubung dari komputer Windows, saya belum pernah mencobanya, tapi sepertinya ada banyak tutorial untuk terhubung ke VPN melalui Windows.

Semoga bermanfaat. ;)

Read More

Terima Kasih, Malang!

Alhamdulillah, setelah sekian tahun saya singgah di Malang, hari ini saya memutuskan untuk menyudahinya--setidaknya untuk sementara waktu. Graduated.

Bagi saya, Malang bukan hanya sekedar tempat singgah untuk menyelesaikan kuliah. Lebih dari itu, di Kota ini saya mendapatkan begitu banyak pelajaran, pengalaman, ilmu, dan sahabat.

Di kota ini, saya berhasil menyelesaikan studi sarjana pada program studi informatika / ilmu komputer. Di kota ini juga, saya mendapatkan pengalaman kerja pertama kali sebagai web developer. Di kota ini juga, saya bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikan bekal ilmu kehidupan yang luar biasa. Di kota ini juga, saya bertemu dengan sahabat-sahabat terbaik yang tiada duanya.

Yah, untuk sementara waktu, saya memutuskan untuk mengakhiri persinggahan di Malang dengan segala kecantikannya. Terima kasih, Malang!

Read More

Kisah Inspiratif Memuliakan Ibu

Sedikit kisah nyata inspiratif tentang memuliakan ibu, repost dari forum Pengusaha Muslim. Semoga bermanfaat. ;)

Malam telah larut dan sebentar lagi pagi akan datang. Aku masih larut melihat perkembangan bursa di New York. Dari tadi siang aku malas membuka email karena melihat perkembangan pasar yang semakin memburuk. Kelihatannya hari- hari ke depan tak ada lagi yang bisa diharapkan kecuali bertahan dalam situasi buruk.

Teman mengatakan dalam gurauan kepadaku, bahwa ini saatnya kita surfing di atas gelombang ganas. Lihatlah, tak banyak yang bisa selamat tapi ini tantangan untuk menguji siapa yang qualified melewati putaran waktu.

Ada SMS masuk, ” sudah baca email dari Kedutaan? Anda diundang untuk datang menghadap Raja mereka”. Saya terkejut. Bersegera saya buka email. Benarlah , email ini datang dari tadi siang. Terbayang upaya hampir setengah tahun untuk mendapatkan clients potensial. Kini peluang terbuka dengan adanya undangan untuk presentasi. Walau kemungkinan berhasil masih sangat jauh namun setidaknya ini titik awal untuk sebuah harapan. Akupun bersegera membuka file presentasi untuk mempertajam materi dan menambah sedikit bahan sesuai hasil riset mutakhir.

Pagi- pagi aku bersama team sudah berada di Airport untuk terbang memenuhi undangan. Dijadwalkan, setiba di Bandara aku akan dijemput oleh asisten kerajaan. Kemudian akan diantar ke tempat istirahat kerajaan sambil menunggu jadwal pertemuan khusus dengan Raja.
Setelah pertemuan dengan Raja, maka keesokan harinya dijadwalkan untuk menghadiri presentasi dengan pejabat terkait.

Penerbangan first class itu sangat nyaman. Di dalam pesawat aku berusaha membaca indikator mutakhir ekonomi dan sosial negara yang akan aku kunjungi itu.
Ketika mendarat , cuaca cukup cerah. Pejabat yang menjemput kami nampak tersenyum ramah membawa kami ke limosine untuk menuju hotel. Sesampai di Holel Kerajaan, pejabat itu memberikan kesempatan kami untuk istirahat dan dia langsung kembali ke kantornya. Pejabat itu berpesan bahwa besok jadwal pertemuanku dengan Raja. Hanya aku saja tanpa didampingi team. Jam 7 malam jemputan akan sampai di hotel untuk acara makan malam jam 8 bersama Raja. Aku mengangguk.

Aku bekerja bersama team sampai mendekati subuh untuk memantapkan segala persiapan. Setelah sholat subuh aku memilih untuk istirahat dan tidur. Begitupula dengan team lainnya. Sebelum berangkat tidur, telp sellularku berdering.

“ Pah” suara istriku di seberang.

“ Ya” Aku menangkap ada sesuatu di rumah, karena tidak seperti biasanya istriku menelfone sepagi ini.

“ Papa, tenang aja. “

“ Ya tenang, Ada apa “

“ Bunda, kena serangan jantung ringan.”

“ Sekarang Bunda ada dimana ?"

“ Di rumah sakit. Mama dampingi bunda terus. Kata dokter keadaannya sudah membaik. Papa tenang aja. Adik- adik semua ada di sini kumpul. Bunda di bawah perawatan dokter terbaik. Kita berdoa aja semoga keadaan bunda semakin membaik. “

Terkesan bagiku , istri berusaha menenangkan aku bahwa keadaan bunda baik- baik saja tapi diapun tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran akan keadaan bunda. Seusai menerima telephone itu, batinku mendesakku untuk segera pulang. Tapi bagaimana dengan rencana kunjungan ini. Bagaimana perasaan teamku bila pertemuan ini gagal karena aku harus segera pulang. Apalagi perjuangan mendapatkan klien ini sudah berlangsung lebih dari setengah tahun. Namun hatiku tidak bisa tenang dengan segala pemikiran tentang masa depan usahaku. Aku hanya memikirkan tentang hari ini dimana bunda sedang sakit dan aku harus ada di sampingnya.

“ Apakah itu tidak bisa ditunda lusa saja atau besok saja setelah kamu bertemu dengan Raja” , Kata salah satu teamku.
Dia dapat memaklumi sikapku namun dia juga meminta kebijakanku soal kelangsungan bisnis kami.

“ Ibu saya sakit dan ini tidak sederhana. Aku tidak bisa memaafkan diriku bila aku sampai menunda pulang, “ Kataku dengan wajah bingung. Aku terduduk sambil mengusap kepala. Bayanganku terus kepada bunda.

“ Tapi bagaimana dengan rencana kita ?“

“ Maafkan aku…” Kataku sambil menatapnya dengan wajah sesal. Aku berharap teamku dapat memaklumi. Semua anggota team terdiam. Akhirnya salah satu dari mereka berkata “ Kamu benar.! Kalau begitu kita putuskan pulang hari ini. “ Kata mereka dengan tersenyum seakan berusaha menutupi keadaan posisiku agar tidak merasa bersalah karena keputusanku untuk pulang.

Jam 8 pagi aku menelfon pejabat penghubung kami dengan kerajaan dan menyampaikan alasan kami untuk pulang.

“ Yang harus Anda ketahui bahwa tidak pernah satu kalipun Raja kami dibatalkan pertemuannya oleh orang lain. Ini penghinaan. Sikap protokoler istana akan sangat keras. “

“ Mengapa ?“

“ Kamu sudah setuju untuk datang dan kini mendadak kamu batalkan sepihak karena alasan yang tidak masuk akal.”

“ Ini soal ibu saya.”

Pejabat itu hanya terdiam dengan wajah terkesan marah.

“ Maafkan kami. Semua akomodasi dan tiket yang sudah kerajaan keluarkan akan kami ganti. Ini kesalahan kami dan kami akan membayar kesalahan itu.” kataku

“ Reputasi anda juga akan hancur,” Kata pejabat itu dengan nada mengancam.

“ Kami sadar akan itu. Sekali lagi maafkan kami.”

Nampak pejabat itu berbicara melalui telp dengan nada penuh hormat.

“ Tadi baru saja pangeran berbicara dengan saya dan ia sangat marah karena pembatalan pertemuan ini. “ Kata pejabat itu.

“ Apakah aku bisa bicara dengan beliau”

“ Tidak perlu. “ katanya tegas dan kesal.

Aku bersama team berangkat menuju Bandara. Rencananya, aku langsung pulang ke Jakarta. Sementara teamku kembali ke Hong Kong.

Sesampai di Bandara, nampak sekuriti sangat ketat. Supir taksi yang kami tumpangi mengatakan bahwa Raja datang ke Bandara. Kami terpaksa turun agak jauh dari gate keberangkatan.

Ketika aku bersama team melangkah menuju bandara keberangkatan, salah satu pejabat yang mengenal kami segera berlari ke arah kami. Dengan ramah pejabat itu berkata,” Raja ingin bertemu dengan kamu”. Aku mengangguk dengan melangkah agak ragu mengikuti pejabat itu ke ruang VVIP.

Ketika melewati kuridor bandara seorang petugas mengambil pasportku dengan ramah. Aku terus melangkah dalam perasaan penuh tanya. Ada apa gerangan ini?. Ketika pintu ruangan VVIP terbuka, nampak sang Raja didampingi putra mahkota tersenyum ramah ke arahku. Tanpa sungkan dia memelukku sambil mencium pipiku.

“ Saya mendengar khabar bahwa ibunda Anda sakit dan Anda harus segera pulang. Benarkah itu ?"

“ Maafkan saya  yang mulia. Bukan bermaksud tidak menghormati undangan Yang mulia, tapi keadaan ibu memang memerlukan kehadiranku di sampingnya.”

“ Pulanglah. Urusan dunia ini tidak penting. Memuliakan ibu adalah memuliakan Allah. Tak ada ibadah terbaik di dunia ini selain berbakti kepada ibu. Sampaikan salam saya kepada ibu anda. Doa saya akan menyertainya.” Kata -kata itu meluncur begitu sejuknya. Aku sampai terharu. DI hadapanku ada seorang Raja yang kaya raya dan dihormati namun tetap lebih menghormati seorang ibu.

“ Terimakasih ya Yang Mulia”

“ Saya yang harus berterimakasih kepadamu. Karena lewat peristiwa ini, saya bisa memberikan pelajaran berharga kepada putra saya. Bahwa tak penting berapa peluang bisnis yang akan diraih namun bila saatnya datang untuk memuliakan orang tua, maka itulah yang lebih diutamakan. ‘ kata Raja itu sambil menatap ke arah putra mahkotanya.

Usai pertemuan itu , aku bersama pejabat penghubung kerajaan keluar ruangan VVIP menuju bandara keberangkatan. Pejabat itu berkata,” Yang Mulia Raja meminta Anda pulang dengan jet pribadinya. Sementara team Anda tetap disini untuk melanjutkan pertemuan dengan pejabat terkait. Raja juga telah memutuskan untuk memilih perusahaan Anda sebagai mitra kami. Selamat. “

Anggota team saya nampak berlinang air mata ketika mendengar kata- kata itu. “ Bila kita muliankan ibu maka Allah akan memuliakan kita. Tentu yang sulit menjadi mudah, yang sempit menjadi lapang. Anda benar dan kami percaya sikap Anda;" Kata salah satu anggota team saya sambil memeluk saya.

Ketika sampai di Bandara, aku langsung ke Rumah Sakit. Setiba di Rumah Sakit, istriku sudah menunggu dan membawaku ke ruangan bunda dirawat. Kucium kening bunda dan nampak matanya terbuka, Bunda tersenyum” Kaukah itu, Nak ? “

“ Ya , bunda.”

“ Siapa yang bilang bunda sakit. Bunda enggak apa -apa.” Bunda menoleh ke arah istriku , dan berkata, “ Jangan kau ganggu anakku bekerja. Soal begini tak perlulah dikabarkan. Kau pikir mudah untuk kembali dari luar negeri ke sini. Lagi pula disana dia tidak main -main. Dia kerja. “ Bunda mengomeli istriku. Itulah bunda, dalam keadaan apapun beliau tetap tidak ingin membuat anaknya repot. Andaikan tangannya masih kokoh, langkahnya masih kuat itu akan selalu digunakannya untuk membimbing anak -anaknya melangkah tegar dalam ketertatihan. Senandungnya akan terus terdengar mengantar anaknya tidur bahwa besok akan selalu baik- baik saja, dan bunda akan selalu ada di sampingmu, nak…

Oktober 2012
Dubai..

Read More

Input Bahasa Arab pada Linux Mint & Ubuntu

Ada kalanya kita membutuhkan untuk menulis tulisan huruf arab ataupun huruf lainnya ke komputer Linux kesayangan. Untungnya, kedua distro Linux Mint dan Ubuntu sudah memberikan fasilitas ini tanpa Anda perlu melakukan instalasi apapun. Kita hanya perlu mengaktifkan fitur ini, dan Anda pun dapat langsung menggunakannya.

Berikut tahapan untuk mengaktifkannya. Oya, dalam tutorial ini, saya menggunakan Linux Mint. Kalau Anda menggunakan Ubuntu, kurang lebih sama kok. ;)

Pertama, buka System Settings.

Screenshot from 2015-04-21 09:57:35

Kemudian, masuk ke pengaturan Keyboard, lalu pilih tab keyboard layout.

Screenshot from 2015-04-21 09:59:24

Selanjutnya, tambahkan bahasa Arab atau bahasa lain sesuai kebutuhan Anda.

Screenshot from 2015-04-21 09:59:49

Selesai. Input bahasa arab sudah siap digunakan. :)

Screenshot from 2015-04-21 10:00:57

Kalau di Linux Mint Cinnamon, akan ditampilkan sebuah icon di taskbar yang berguna untuk mengganti mode input seperti yang saya tampilkan pada gambar di atas. Untuk mempermudah mengganti mode input, ada baiknya untuk menambahkan keyboard shortcut. Caranya adalah dengan mengeklik tombol 'Options' pada pengaturan keyboard layout tadi, kemudian pilih shortcut yang Anda inginkan. Kalau saya sih memilih untuk menggunakan tombol Scroll Lock, itung-itung nggak pernah digunakan. :D

Screenshot from 2015-04-21 10:00:28

Terakhir, untuk menambahkan harakat pada tulisan Anda, anda dapat menggunakan kombinasi tombol-tombol berikut sebagai acuan:

  • Shift + Q : fathah
  • Shift + W : fathah tanwin
  • Shift + E : dhommah
  • Shift + R : dhommah tanwin
  • Shift + A : kasrah
  • Shift + S : kasrah tanwin
  • Shift + X : sukun
  • Shift + ` (tombol di bawah Esc) : tasydid

Sebagai referensi, berikut ini perubahan layout keyboard Anda ketika menggunakan arabic input language.

Screenshot from 2015-04-21 10:31:22

Semoga mencerahkan. ;)

 

Read More

Celoteh tentang Software Development di Indonesia

Saya menemukan bacaan menarik pagi ini: hasil dari Stack Overflow Developer Survey 2015. Survey ini diikuti oleh 26.086 pengunjung Stack Overflow dari 157 negara di dunia. Dari hasil survey itu, ada satu section yang menurut saya cukup menarik, yaitu section mengenai pekerjaan para developer.

Di bagian ini, ada sub bagian dengan judul Compensation by Technology. Hasil survey yang ditampilkan pada sub bagian ini memang hanya meliputi tiga region: Amerika Serikat, Western Europe, dan Eastern Europe. Pada tulisan ini, saya hanya menampilkan sepotong screenshot dari compensation yang diterima oleh rata-rata pekerja IT di Eastern Europe, dimana kompensasi yang mereka terima hanya seperempat dari para pekerja IT di Amerika dan separuh dari para pekerja IT di Western Europe.

Sekarang, coba bandingkan dengan kompensasi yang diterima oleh para 'buruh IT' di Indonesia. Sebagai pembanding, saya menemukan artikel di Kompas.com yang dikutip dari ZDNet Asia. Kalau dari hasil survey Stack Overflow, rata-rata gaji developer yang paling rendah adalah PHP developer (web developer) di Eastern Europe yang bernilai 22.563 USD per tahun. Kalau dirupiahkan, kurang lebih bernilai 270 juta rupiah. Sedangkan, rata-rata gaji yang diterima oleh web developer di Indonesia adalah 41-an juta rupiah dan 67-an juta rupiah untuk para developer yang telah berpengalaman selama 5-1 tahun. Bayangkan, nilai para pekerja IT hanya seperlima dari pekerja IT di Eropa timur, bahkan nyaris seperduapuluh dari para pekerja IT di Amerika Serikat!

Mungkin benar kata Joshua Partogi, Software development memang bukanlah pekerjaan prediktif, bukan juga suatu proses produksi. Karena memang, kita tidak akan membuat software yang sama untuk kedua kalinya. Software development jangan disamakan dengan perusahaan produksi minuman yang akan membuat makanan yang sama setiap harinya. Juga, jangan samakan para pekerjanya dengan pekerja lain yang dapat melakukan proses produksi di pabrik hanya dengan modal pelatihan singkat.

Saya tahu betul, sebenarnya kemampuan para pekerja IT Indonesia sama sekali tidak kalah dengan para pekerja di negara lain. Kawan-kawan pekerja IT, jangan relakan nilai kerja kita seperti ini. Jangan relakan diri untuk digaji rendah. Tentunya, jangan lupa tetap tingkatkan kualitas diri dan kemampuan kita.

Read More

Mengetahui Telur Baik atau Busuk dengan Cara Ini

Telur seringkali menjadi bahan makanan yang wajib ada di rumah. Masalahnya, kita terkadang ragu apakah telur persediaan di rumah masih dalam kondisi baik atau justru sudah mulai tidak layak untuk dikonsumsi. Dari WikiHow, ada tiga cara mengetahui kondisi telur yang mudah kita lakukan di rumah.

Cara pertama, cek dengan menenggelamkannya di dalam air. Cukup masukkan telur ke dalam air setinggi kurang lebih dua kali tinggi telur, lalu amati apakah telur tenggelam, atau mulai terangkat mengambang. Apabila telur dalam kondisi baik, telur akan tetap berada di dasar air. Bila telur berdiri seimbang di dasar air dengan bertumpu pada salah satu ujung yang lebih kecil, artinya telur Anda berumur sekitar tiga minggu. Tapi, jangan konsumsi telur yang mengambang dan terangkat ke permukaan, karena ini adalah pertanda bahwa telur Anda sudah mulai membusuk.

Cara kedua, cek dengan mendengarkan suara kocokan telur di samping telinga. Goyangkan perlahan telur di samping telinga Anda. Apabila Anda tidak mendengar suara kocokan dari dalam telur, artinya telur Anda masih baik untuk dikonsumsi.

Ketiga, cek dengan memecahkan telur. Pecahkan telur dan letakkan pada permukaan yang datar sehingga mudah untuk diamati, seperti piring. Jika kuning telur masih berbentuk bulat dan putih telur masih melekat disekitarnya, artinya telur Anda masih dalam kondisi segar. Ketika putih telur sudah mulai transparan tetapi masih melekat pada kuning telur, itu berarti telur Anda sudah mulai tua tetapi masih layak untuk dikonsumsi. Terakhir, apabila kuning telur sudah memipih atau mungkin langsung pecah ketika dituang, dan putih telur sudah encer dan transparan seperti air, ini menunjukkan bahwa telur sudah tidak dalam kondisi baik.

Semoga mencerahkan. ;)

Read More

Sumber Sirah, Sejenak Mengasingkan Diri dari Kota Malang

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk menikmati salah satu keindahan alam di Sumber Sirah, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Biar Anda langsung pengen dan berangkat, bolehlah tonton video singkat bawah air Sumber Sirah yang saya share di Instagram.

Perjalanan wisata singkat ini dilakukan nyaris tanpa rencana, karena memang baru tau foto-foto Sumber Sirah di Instagram, dan langsung berangkat hanya dengan bermodal HP beserta waterproof case-nya, serta kacamata renang yang biasa saya gunakan. Itung-itung, bosen juga lama-lama keseringan renang di kolam renang. Bolehlah sesekali mencoba sensasi berenang di alam, di kolam renang ciptaan Allah. :D

Perjalanan dari Kota Malang tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, hanya sekitar 40 menit. Oya, untuk mencapai lokasinya, memang cukup sulit mengingat tidak ada petunjuk jalan yang jelas menuju arah Sumber Sirah. Lha wong memang Sumber Sirah bukan lokasi wisata kan. Tapi tenang, saya menyiapkan koordinat GPS Sumber Sirah untuk Anda. Koordinat nya adalah -8.122756, 112.620398 atau dapat Anda akses di google maps disini. Kalau dari Kota Malang, Anda dapat berkendara ke arah Bululawang sampai ke Pabrik Gula Krebet. Dari pertigaan itu, lanjutkan perjalanan lurus ke arah pabrik Pioneer, kurang lebih 800 meter dari PG Krebet. Kemudian lanjutkan perjalanan sampai menemui belokan ke kanan yang kedua, sekitar 500 meter setelah pabrik Pioneer. Ambil belokan tersebut, lanjutkan perjalanan di jalan tersebut luruuuuuuuuuuuuuuuuuus terus kurang lebih 1.8 kilometer sampai habis jalan aspal, dan Anda menemui jalan bebatuan dan tanah. Ada baiknya Anda tidak menggunakan kendaraan roda empat, mengingat jalan bebatuan hanya cukup dan mampu dilalui oleh kendaraan roda dua. Terakhir, ikuti jalan bebatuan dan paving tersebut, kurang lebih 200 meter dan Anda sudah sampai di Sumber Sirah. Selamat menikmati!

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan disana? Take a walk, see around, take photographs, and swim with those cute neon fish! Subhanallah, hamparan sawah begitu indah, lupakan sejenak kepenatan kehidupan kota untuk menikmati indahnya alam ciptaan Allah. Kedua, siapkan peralatan renang atau snorkel Anda. Jangan lupakan cantiknya taman bawah air sungai yang begitu indah lengkap dengan ikan-ikan yang begitu cantik di antara tumbuhan air yang ada. Terakhir, kalau Anda suka fotografi ataupun videografi bawah air, Sumber Sirah adalah tempat yang sayang untuk dilewatkan. Satu yang tidak boleh dilupakan, jaga dan lestarikan keindahannya ya. ;)

Read More

Teknologi itu penting, tapi....

Hari ini, ada begitu banyak fasilitas gratis di internet yang dapat kita manfaatkan secara gratis. Terlebih dengan hadirnya perangkat portable yang selalu ada bersama kita: smartphone, tablet, dan tetek-bengek lainnya. Wisemen said, "teknologi itu mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat".  Wisemen yang lain juga bilang, "smartphones and dumb people", kurang lebih artinya "telepon pintar dan orang-orang bodoh".

Sekarang, bukan pemandangan asing bagi kita dengan melihat seseorang duduk sendiri terpaku ndingkluk menatap layar gadget-nya, dengan ekspresi wajah tersenyum, bersedih, atau mungkin tertawa terbahak-bahak. Mungkin, kalau pemandangan ini terjadi 15-20 tahun yang lalu, si orang tersebut disangka setengah gila, kan?

Teknologi memang begitu banyak membantu mempertemukan kita dengan orang-orang terdekat yang berada nun jauh disana. Sejauh apapun itu, asal masih di bumi, hampir dapat dikatakan masih mungkin untuk berkirim pesan melalui internet. Kapanpun, dimanapun.

Yang jadi masalah, adalah ketika teknologi justru menjauhkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Misal, ketika di rumah, semua anggota keluarga sibuk dengan gadget-nya masing-masing: si ayah bekerja di depan laptop, si ibu bercengkerama di facebook, si kakak sibuk chatting entah dengan siapa, dan si adik pun tak mau kalah bermain game online. Belum lagi ketika kita bertemu dengan fulan dan fulin kawan lama kita. Seringkali, hal pertama yang harus dilakukan adalah check in di Path, kemudian foto selfie, dan lalalalalaa~

Semua hal akan menjadi baik ketika digunakan dengan batasan tertentu, begitu pula dengan teknologi informasi yang ada saat ini. Jangan sampai kita korbankan orang-orang di sekitar kita, hanya karena sibuk chatting di dalam forum dan komunitas online. Jangan pula melupakan kewajiban kita karena lalai dan menghabiskan waktu untuk terus scrolling timeline twitter, facebook, line, BBM, dsb yang tidak ada habisnya. Jangan pula membiarkan waktu berlalu tanpa menikmati dan mensyukuri alam yang begitu indah pemberian Allah ini, hanya karena menatap layar monitor yang begitu jauh dari sempurna.

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim:34)

Read More

282

Segala sesuatu memang ada porsinya...

#udahgituaja

Read More

Iso Jalaran Soko Kulino, Kulino Jalaran Soko Kepekso

Ada sepenggal kalimat Bahasa Jawa yang berbunyi "Iso jalaran soko kulino" yang berarti "Bisa karena terbiasa". Kalau ditelaah lebih lanjut, kalimat sederhana ini mengandung makna yang cukup mendalam. Kita akan mampu melakukan suatu hal, bukan karena kita memang memiliki kemampuan sedari awal, bukan semata karena keturunan dari orang tua, melainkan karena kita juga berlatih dan belajar secara berulang-ulang sehingga kita kulino atau terbiasa. Benar begitu?

Kulino jalaran soko kepekso, terbiasa karena terpaksa. Kalimat ini terpikir begitu saja di pikiran saya, dan saya rasa, kalimat kedua ini pun masih berhubungan dengan kalimat pertama. Iso jalaran soko kulino, kulino jalaran soko kepekso. Bisa karena terbiasa, terbiasa karena terpaksa.

Setiap hari yang kita jalani akan terlewati dengan berbagai cerita masing-masing. Ada kalanya kita merasa nyaman dengan keadaan, tapi tak jarang pula kita harus terpaksa menerima keadaan. Kepekso. Dari kepekso itulah, akan muncul kalimat selanjunya, the power of "kepepet". Ketika seseorang dipaksa oleh keadaan, seringkali ia akan melakukan berbagai hal, entah disadari atau tidak, direncanakan atau tidak, baik atau buruk, yang jelas dia akan cenderung melakukan suatu perbuatan sebagai reaksi dari keadaan yang dihadapinya.

Contoh nyata, sebut saja Fulan. Si Fulan adalah seorang pelajar yang terkenal cerdas di semasa SMA. Suatu hari, dia harus kehilangan orangtua yang biasa membiayai seluruh keperluannya. Pilihannya hanya dua: menyerah dengan keadaan, atau terus berjuang meraih cita-citanya. Ketika ia memilih untuk berjuang, maka terpaksa, dia pun akhirnya harus mencari cara untuk tetap dapat bertahan hidup dan meraih cita-citanya. Fulan pun akhirnya kepekso untuk harus bekerja sambil kuliah di salah satu PTN di Surabaya. Memang berat di awal, tapi karena the power of kepepet, akhirnya dia menjadi terbiasa, kulino dengan rutinitas barunya. Karena dia mau terus istiqomah dalam perjuangannya, akhirnya dia pun iso meraih kesuksesan di hari ini. Hari ini, dia adalah seorang pengusaha franchise kuliner berbahan dasar jamur yang memiliki lebih dari 30 gerai di seluruh Indonesia. Ada yang kenal? ;)

Pelajaran yang bisa dipetik, jadikan keadaan sebagai cambuk bagi diri kita. Jadikan berbagai tantangan dari Allah sebagai ujian bagi diri kita. Selalu optimis untuk dapat lulus dalam setiap ujian dariNya. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang setingkat lebih baik dari sebelumnya. Insya Allah.

Read More

Programmer Bukan Seperti Yang Anda Bayangkan

Tulisan saya kali ini terinspirasi dari blog Macleod Sawyer yang ternyata dia juga terinspirasi dari salah satu question di Quora. Si penanya bertanya "What are some things that programmers and computer scientists know, but most people don't?" yang kurang lebih artinya "Apa saja yang diketahui oleh para programmer dan computer scientist, yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang lainnya?" Jawaban yang diberikan pun bermacam-macam.

Salah satu yang menarik adalah jawaban dari Casey Patton, "Programming is thinking, not typing".

Benar saja, mungkin Anda seringkali melihat kami menatap layar hitam kelam sambil mengetik ribuan baris kode yang tidak Anda pahami. Sekali lagi, kami bukan sedang mengetik. Kami justru sedang berpikir, kemudian menuliskannya sebagai ribuan baris kode. Kami membutuhkan suasana yang nyaman untuk berpikir. Kami membutuhkan pikiran yang relax, sehingga kami dapat berpikir dengan jernih dan menghasilkan software yang diinginkan. Keahlian kami dalam mengetik pun bukan karena kami belajar mengetik, melainkan karena kami terbiasa mengetikkan apa yang ada di dalam pikiran kami. Intinya, programming itu terntang berpikir mengenai logika dan algoritma yang tepat untuk digunakan sebagai pemecahan permasalahan yang ada.

Kedua, jawaban dari Ritesh Kumar Gupta, "A programmer is not a PC repair man". Ini penting untuk juga digaris-bawahi. :D

Jujur saja, kami, seringkali diminta atau sekedar ditanya oleh kerabat untuk menyelesaikan permasalahan dengan komputer mereka, software maupun hardware. Di saat itu pula, saya kadang merasa serba salah. Bukannya kami tidak mau membantu, atau kurang mau berusaha menyelesaikan permasalahannya, tapi memang itu bukan keahlian kami. Kami memang memiliki kemampuan untuk menuliskan kode dan membuat aplikasi untuk Anda, tapi kami bukanlah seorang repair man. Kami tahu sedikit banyak tentang komputer dan bagaimana komputer bekerja, tapi bukan berarti kami tahu kenapa laptop Anda overheating. Kami juga mungkin punya keahlian untuk membuat berbagai perangkat lunak yang Anda butuhkan, tapi bukan berarti kami tahu kenapa komputer Anda sering macet dan lemot. Kami pun juga dapat me-review software yang kami buat dan menyelesaikan permasalahannya, tapi bukan berarti kami tahu cara menyelesaikan masalah di software buatan orang lain. Paling-paling, kami hanya bisa melakukan langkah troubleshooting biasa, ditambah dengan keahlian kami dalam googling di internet.

Pada dasarnya, setiap hardware komputer itu unik. Pun juga setiap software, bahkan komputer Anda sekalipun unik. Dua komputer dengan tipe yang sama persis sekalipun, ketika mereka digunakan oleh dua orang berbeda, tentunya akan mendapatkan perlakuan berbeda, dan akan mempunyai masalah yang berbeda. Ketika Anda menanyakan kepada kami-yang Anda anggap jago komputer- tentang masalah komputer Anda, kami pun tidak dapat membantu banyak, terlebih kami tidak tahu apa yang Anda lakukan terhadapnya, kondisi hardware, berbagai software yang sudah Anda install, dan sebagainya. Akan lebih menjadi masalah ketika Anda pun bahkan tidak tahu bagaimana Anda menggunakan komputer tersebut hingga masalah tersebut muncul.

Sekali lagi, kami bukan seperti yang Anda bayangkan. Kami hanyalah manusia biasa yang berkeahlian dalam membuat software untuk Anda, bukan seorang PC repair man, bukan juga manusia serbabisa yang bisa menyelesaikan permasalahan di komputer Anda. Kami pun akan selalu berusaha membantu Anda, tapi bukan berarti kami mampu menyelesaikannya. ;)

Read More

PVC Laptop Stand, Dudukan Laptop dari Pipa Bekas

Setelah memasuki masa-masa "pensiun", saya mencoba mengisi hari-hari dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah yang satu ini.

Kebetulan, saya menggunakan dua laptop, ThinkPad X201 yang saya bawa kemana-mana karena begitu portable, dan ASUS seri K yang sudah sejak jaman ospek menemani saya. Si ASUS sekarang hampir tidak pernah saya bawa kemana-mana, karena dia sudah terlalu sepuh untuk kesana kemari. Si ASUS kini menghiasi meja di kos dan saya fungsikan menjadi desktop computer, bukan laptop computer. Jemari saya pun sudah sangat jarang menyentuh keyboard dari Si ASUS, karena memang selalu ada wireless keyboard dan mouse yang selalu menemaninya. Namanya juga desktop computer kan. Nah, masalahnya, saya masih agak kurang nyaman dengan ketinggian layar Si ASUS. Maka dari itu, saya mencoba membuat DIY project sederhana ini hanya sekedar untuk membuatnya lebih tinggi.

Si ThinkPad sudah cukup nyaman untuk dipangku, hanya saja terkadang saya ingin bekerja atau belajar di atas lantai, nah akhirnya saya juga membuat satu laptop stand untuk si ThinkPad.

Pembuatan laptop stand ini tidaklah sulit, dan tentunya hemat biaya. Selain itu, stand yang telah dibuat dapat sewaktu waktu dibongkar dan diatur sedemikian rupa menyesuaikan kebutuhan dan keinginan Anda karena dudukan ini tidak direkatkan dengan lem. Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan dudukan laptop ini adalah sebagai berikut:

[caption id="attachment_259" align="aligncenter" width="300"]Alat dan bahan Alat dan bahan[/caption]

  • Pipa PVC ukuran 3/4 inch
  • Sambungan pipa bentuk L
  • Sambungan pipa bentuk T
  • Alat pemotong pipa, atau gergaji pipa
  • Pensil
  • Penggaris / alat ukur lainnya
  • Camilan

Nah, silakan berkreasi sesuka Anda. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. Kalau untuk Si ASUS, saya menyiapkan:

  • 2 potong pipa 10 inch (untuk alas)
  • 4 potong pipa 5 inch (untuk kaki-kaki)
  • 2 potong pipa 7.5 inch (untuk bagian atas samping-samping)

[caption id="attachment_260" align="aligncenter" width="300"]Laptop stand 1 Laptop stand 1[/caption]

[caption id="attachment_261" align="aligncenter" width="300"]Laptop stand 1 Laptop stand 1[/caption]

[caption id="attachment_262" align="aligncenter" width="300"]Laptop stand 1 Laptop stand 1[/caption]

[caption id="attachment_263" align="aligncenter" width="300"]Laptop stand 1 Laptop stand 1[/caption]

Sedangkan untuk ThinkPad, karena ukuran laptop-nya 12 inch, saya menyiapkan:

  • 2 potong pipa 8.5 inch (untuk alas)
  • 2 potong pipa 7.5 inch (untuk kaki-kaki belakang)
  • 2 poton pipa 5 inch (untuk kaki-kaki depan)
  • 2 potong pipa 7.5 inch yang tersambung di bagian tengahnya (untuk bagian atas yang bersentuhan dengan laptop)

[caption id="attachment_264" align="aligncenter" width="300"]Laptop Stand 2 Laptop Stand 2[/caption]

[caption id="attachment_265" align="aligncenter" width="300"]Laptop Stand 2 Laptop Stand 2[/caption]

Mohon maaf saya menggunakan ukuran inch karena awalnya juga mengikuti tutorial berbahasa inggris.  :D

Ada baiknya, kaki-kaki depan sedikit lebih rendah dari kaki-kaki belakang agar lebih nyaman dan ergonomis. Oiya, ternyata masih ada banyak contoh lain yang lebih kompleks. Selanjutnya, mungkin saya akan menambahkan beberapa sambungan untuk gantungan headphone serta tempat bolpoin.

Selamat mencoba!

Read More

Pertemuan dan Perpisahan

Ibarat pepatah, di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Orang tua, suami, istri, anak, sahabat, teman, semuanya kelak akan mengalami perpisahan.

Ketika kita merasa ditinggalkan oleh seseorang, atau pun sesuatu apapun yang biasanya selalu ada di sisi, seringkali kita merasa ada sebagian dari diri kita yang hilang. Masalahnya, apakah kita mampu mengatasinya dengan baik?

Kalau kita amati, sebenarnya saat itulah saat yang tepat untuk kita kembali kepada Sang Pencipta, Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu. Bersyukurlah ketika kita masih diberi kesempatan untuk dapat menghirup udara dari-Nya, memakan makanan yang halal dari makhluk-Nya, dan beristirahat dengan nyaman di atas bumi milik-Nya.

Bukankah setiap kita hendaknya selalu senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Khalik? Setiap saat, dalam keadaan sedih maupun senang, dalam keadaan sempit maupun lapang. Jadikan momen itu sebagai sarana untuk melakukan evaluasi diri untuk kemudian bertaubat dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan secara istiqomah. Jadikan momen 'kehilangan' sebagai suatu titik balik atas segala perbuatan dosa yang kita lakukan di masa lalu dan menjadi pribadi yang senantiasa lebih baik dari hari kemarin.

Subhanallah, walhamdulillah, wallahuakbar.

Read More

248

إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتـِي فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

Setiap amalan ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat, ada masa jenuhnya. Barangsiapa kejenuhannya terarah kepada sunnahku berarti dia telah beruntung, dan barangsiapa yang kejenuhannya tidak membawa dia kepada yang demikian maka dia telah binasa” (HR. Ahmad, lihat Shahih At-Targhib).
(dikutip dari muslim.or.id)

Read More

Salah Kaprah Jejaring Sosial di Indonesia

Kembali, ini adalah pendapat personal, bukan bermaksud menyinggung pihak-pihak tertentu, atau menimbulkan kemudharatan lainnya.

Beberapa saat yang lalu, saya memutuskan untuk hengkang dari beberapa jerjaring sosial yang sebelumnya saya gunakan. Memang, tidak semuanya saya bumi-hangus-kan, akun-akun yang saya musnahkan adalah akun-akun di jejaring sosial yang saya rasa tidak memberikan kemanfaatan, malah justru memberikan kemudharatan, setidaknya bagi diri saya pribadi.

Kalau sekilas diamati, masyarakat kita begitu sering bergonta-ganti jejaring sosial. Masih jelas teringat ketika Friendster nyaris selalu meramaikan warnet-warnet pada tahun 2000-an. Masih begitu jelas teringat bahwa melalui Friendster itulah ternyata saya, secara tidak sadar, berkenalan dengan CSS untuk memodifikasi tampilan profil Friendster saya. Perlahan tapi pasti, Facebook datang dengan berbagai fitur barunya, masyarakat pun beralih ke jejaring sosial yang masih aktif digunakan sampai saat ini. Twitter pun sebenarnya sudah ada sejak lama, tidak jauh berbeda dari Facebook. Hanya saja, tren peningkatan pengguna Twitter masih kalah cepat dibandingkan dengan Facebook. Belakangan, ada Path, ada juga timeline di LINE, ada juga status update di BBM, yang keduanya juga bisa menjadi platform untuk micro blogging,

Sekarang coba kita amati bersama. Friendster, sudah beralih menjadi portal game. Facebook juga sempat kehilangan pengguna di Indonesia karena Twitter. Sekarang, Twitter semakin sepi dari kicauan penggunanya. Coba login ke halaman Twitter Anda, paling-paling kebanyakan yang muncul di timeline adalah kicauan dari akun-akun berita, olahraga, dan sebagainya. Ibaratnya, bisa kita tebak, mungkin Path pun akan sepi sebentar lagi, kan?

Ada satu hal yang saya rasa salah di masyarakat kita dalam memanfaatkan jejaring sosial. Seakan, bagi kami, masyarakat, jejaring sosial adalah tempat dimana kita dapat membagikan semua hal kepada semua kenalan kita. Suka, duka, senang, sedih, jalan-jalan, tangisan, sanjungan, keluhan, ayat-ayat Quran, sampai bahkan hinaan ke teman, semuanya ada. Lengkap.

Memang, jejaring sosial memberikan berbagai fitur. Ibarat mata pisau, kalau kita menggunakannya dengan bijak, ya inshaallah akan bermanfaat, pun juga sebaliknya.

Bagikanlah berbagai hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dan jangan lupa, bagikanlah hanya ke orang yang tepat, bagikan ke orang yang Anda rasa perlu, pantas, dan akan dengan berbahagia menerima sharing dari akun Anda. Bagikanlah tips-tips menjaga diri, bukannya membagikan "Sleeping in Malang". Siapa peduli dengan aktifitas tidur Anda, ya kan? Bagikanlah cerita-cerita inspiratif, bukannya membagikan keluhan, omelan, sindiran, dan cacian terhadap teman Anda. Mbak, mas, mohon maaf, post Anda itu dibaca semua orang, dan tidak semua orang berbahagia dengan berbagai post yang tidak bermanfaat dari Anda. Ada sebagian orang yang enggan membacanya, tapi lha wong muncul di timeline, kan.

Kedua, jangan sampai jejaring sosial membuat Anda kecanduan, bahkan mempengaruhi kinerja dan produktifitas Anda. Apa manfaatnya dengan scroll-scroll pada timeline yang isinya adalah ghibah, sikap riya', dan post yang kurang bermanfaat? Bukankah lebih baik jika kita memanfaatkan waktu dengan lebih produktif? Siapa tahu, Anda justru bisa lebih produktif dan bisa membuat jejaring sosial yang lebih ideal? Produktif, kan?

Hanya sekedar mengingatkan, terutama pada diri saya sendiri, mari membudayakan untuk membagikan tulisan, gambar, video, atau apapun yang memberikan kemanfaatan kepada sesama dan hindarkan dari segala bentuk kemudharatan dari berbagai aktifitas di jejaring sosial. Semoga mencerahkan. :)

Read More

Things We Should Start Right Away to End Our Fear of The Future

1. Have a trust in God.

Firstly, let say, our life is like a sailing on the sea. We all start from the same island and there is only one island will be the best destination, that only God knows the way through it. Then, we can't just stay. Go find the way to go to that island though we're not having a boat yet or any swimming skills. Sure it won't be easy, that's why we should start knowing and believing our God. At least, ask Him the direction or maybe ask Him for a 'boat'. Follow His path and we are totally safe! We won’t end up where we expected but we may end up somewhere much better.

2. Forgive our self first.

It's a common thing that we're all made a mistakes. Yes, forgive our self before others. I mean, by all the time we spent wastefully, by the chance we didn't take at past, by the junk food that we ate almost every single day, also by the way we treated our ex-boy/girl-friend that now we wish we never knew them. Just stop blaming our self! How could we start doing new things if the past still be our favorite things to think about?

3. Be good, and everything will be all fine.

Be good with God, peoples, and time. Put everything in balance. Pray continuously, spread the love, and stop dreaming our dreams.  It's time to take a risk. Be brave, be smart and be wise. Turn our worry into a work. Don’t be afraid of changes. We didn't know what a difference it would be to take that chance, until we finally did.

4. Be thankful. Always.

Don't ever, ever, compare our self to others. Be grateful, more and more. This is the point, really. We're awake this morning, then we're here for a reason, right? So please, learn to appreciate it now. Never complain, live simply and be thankful for everything. And finally, keep focus on our self (our own things, our own life, our own future and so on), not others. :)

"Respect yourself enough to walk away from anything that no longer serves you, grows you or makes you happy." - Robert Tew

Read More

See you on top, kawan!

Hari ini menjadi salah satu hari yang penting bagi saya. Hari ini adalah hari dimana saya harus 'berpamitan' dengan keluarga sekaligus rekan-rekan kerja saya selama dua tahun terakhir. "See you on top, Dit!"

Apapun yang kita lakukan, akan ada begitu banyak kesan dan pesan yang menjadi pelajaran, termasuk pertemuan dan perpisahan ini. Ibarat pepatah, "Di setiap pertemuan, pasti akan ada perpisahan". Entah hari ini, esok, atau lusa, perpisahan pasti terjadi. Entah dengan orang tua, suami, istri, atau sahabat karib, perpisahan mutlak terjadi. Intinya, kita harus dapat mengambil pelajaran dari setiap yang kita lakukan, dengan siapapun kita melakukannya.
"See you on top, Dit! Maksude lantai telu hehehe." adalah salah satu canda perpisahan dari salah seorang kawan. Terlepas dari candaan itu, bagi saya, perpisahan dengan dukungan berupa pesan "see you on top" atau "sukses!" berarti sangat luar biasa.
Perpisahan, idealnya memang menyampaikan permintaan maaf dan terima kasih. Tapi memang, akan terasa begitu luar biasa ketika kita juga saling menyemangati dan mendoakan. Sampai jumpa di puncak kesuksesan. See you on top, rekan-rekan PPTI UB! Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah semata.

Read More

Waspada Penyalahgunaan Kartu Debit & Kredit

Malam ini tadi, ada satu kejadian yang membuat saya sulit tidur sebelum menuliskannya di blog ini. Ehehe. Saya ditelepon oleh seseorang berkode area Jakarta 021 yang mengatakan bahwa dirinya (kalau tidak salah) dari bagian monitoring kartu debet Bank Mandiri. Dia mencoba menginformasikan kepada saya bahwa kartu debet Mandiri Gold atas nama saya telah dicoba (dan gagal) digunakan sebanyak sepuluh kali untuk sebuah transaksi online. Setelah itu, dia mengkonfirmasikan untuk memblokir kartu tersebut.

Nah, kaget kan? Wong saya hari ini ndak transaksi via kartu sekalipun. Wong saya biasa pakai semacam klikpay, kartu kredit, Paypal, atau transfer tunai untuk transaksi online. Wong kartu debet Mandiri tidak dapat digunakan untuk transaksi online biasa, melainkan harus ke situs yang verified by visa. Dan, wong saya nggak punya duit! :D

Awalnya, saya berprasangka bahwa ini adalah modus penipuan baru, mengingat sebelumnya juga ada beberapa orang telepon awu-awu ke saya. Saya pun mencoba untuk tidak membagikan data diri saya, apapun. Nah, masalahnya, kekagetan saya bertambah ketika ternyata si penelepon ternyata tahu nama dan alamat lengkap saya. Di satu sisi, saya menjadi sedikit percaya bahwa dia memang karyawan Mandiri. Di sisi lain, saya malah semakin khawatir kalau ternyata ada pihak yang sampai tahu data diri saya sedemikian lengkapnya.

Setelah beberapa menit pembicaraan, si penelepon menyebutkan nomor kartu debet yang dimaksud. Saya langsung cek ke kartu yang ada di dompet dan ternyata nomor kartunya tidak sama. Nah, masalah semakin menjadi. Setelah saya coba ingat, saya rasa nomor yang disebutkan si penelepon adalah nomor kartu Mandiri saya sebelumnya yang sudah rusak dan sudah saya tukarkan dengan kartu yang sekarang aktif saya gunakan. Pertanyaan berikutnya muncul: kalaupun si penelepon memang dari Bank Mandiri, mengapa masih ada kejadian seperti ini, bukankah seharusnya kartu saya sudah dirusak di kantor cabang dulu, dan bukankah seharusnya semua transaksi yang dilakukan oleh kartu itu otomatis ditolak? Lha kok ini saya malah menerima kabar seperti ini? Dan lagi, kalaupun ini benar, memang ini adalah suatu upaya perlindungan nasabah, tapi apakah nasabah bisa percaya begitu saja?

Akhirnya, saya putuskan untuk mempersilakan si penelepon untuk memblokir kartu ATM yang dimaksud. Setidaknya, saya tidak dirugikan apapun kan? Dan telepon pun diakhiri dengan ucapan terima kasih dan maaf dari saya karena sempat marah, meskipun sampai akhir pun saya belum tau kebenaran berita dari si penelepon.

Selama ini, saya sudah merasa cukup menjaga berbagai data personal dalam bentuk apapun. Nama, tanggal lahir, alamat, terlebih nomor kartu. Pelajaran pertama adalah berhati-hatilah dalam berbagi informasi kepada pihak manapun. Dalam hal ini, ketika kita hidup online. Berhati-hatilah juga terhadap website tanpa https, sadari bahwa seluruh data Anda dapat "dikuping" setiap saat.

Pelajaran kedua, yang perlu diingat, jangan pernah berikan informasi mengenai diri Anda kepada siapapun yang menghubungi Anda, kecuali memang mereka benar-benar valid. Dalam telepon yang saya ceritakan ini, saya tidak menyebutkan sedikitpun nama, alamat, nomor rekening, dan nomor kartu milik saya. Sebaliknya, justru mereka yang menyebutkan untuk saya.

Waspada adalah suatu keharusan, kawan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah.

Read More

Imigrasi Amerika Serikat

Bagi Anda yang berkunjung ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya, mungkin ada sedikit perasaan khawatir mengenai proses imigrasinya yang menjadi tanggung jawab dari TSA (Transportation Security Administration). Karena memang, kata orang, Amerika kan trauma sama teroris, jadi ya gitu deh...

Kalau orang bilang imigrasi Amerika agak ketat, memang tidak ada salahnya. Terutama bagi kita orang-orang asia, termasuk Indonesia, yang kata mereka "sarang teroris".

Satu hal yang penting sebelum Anda turun pesawat untuk menuju ke imigrasi Amerika, pastikan semua dokumen Anda siap. Mulai dari paspor lengkap dengan visanya, serta dokumen lain yang berhubungan dengan rencana perjalanan Anda di Amerika. Pastikan juga, Anda mampu berbahasa inggris dengan cukup baik, mengingat Anda pasti ditanyai beberapa pertanyaan sebelum diijinkan masuk ke Amerika. Jangan samakan dengan Singapore, Malaysia, atau Hongkong yang pasti langsung memberikan stempel pada paspor Anda, petugas TSA pasti sedikit menginterogasi Anda. Pertanyaan mereka biasanya seputar rencana kunjungan Anda: tempat tinggal, waktu, dan rencana pulang ke negara asal. Oya, satu lagi. Jangan bawa barang-barang yang dilarang ya, termasuk juga mie instan. Kabarnya, para petugas TSA seringkali menanyai turis dari Indonesia tentang mie instan ini, walaupun memang saya pun tidak mengalaminya ehehe.

Nah, di beberapa bandara, jangan kaget apabila Anda diminta untuk melepas sepatu dan melewati security door yang tidak biasa. Kalau biasanya security door hanya sekedar x-ray scanner biasa, di Amerika sudah mulai menggunakan millimeter wave scanner, yang mengharuskan Anda untuk melepas sepatu dan berhenti sekitar 10 detik di dalam scanner dengan tangan di atas kepala. Belum lagi, jika Anda beruntung, mungkin tangan dan tas Anda harus diminta petugas TSA untuk di-swab untuk mendeteksi kemungkinan bahan peledak di diri Anda. Dulu, kaget sih, tapi tenang ajalah wong kita nggak bawa apa-apa kan.

Jadi, sudahkah Anda siap berkunjung ke Amerika? ;)

Read More

Berkunjung ke Silicon Valley

Saya berkesempatan mengunjungi Silicon Valley pertama kali pada akhir tahun 2013 lalu. Kala itu, saya menjadi partisipan dalam acara Mozilla Summit besera beberapa kawan kontributor lainnya dari Indonesia untuk bertemu dengan ratusan lainnya di Amerika. Kunjungan itu tidak berlangsung lama mengingat kesibukan kuliah dan pekerjaan, hanya sekitar satu minggu, termasuk perjalanan ke Amerika.

Saya mendarat pada tengah hari di Amerika di San Jose International Airport, yang jaraknya kurang lebih lima kilometer dari Marriot Santa Clara, hotel tujuan saya menginap. Suhu udara kala itu cukup dingin, di tengah terik panas siang hari pun, suhu udara sedingin malam hari di kota asal saya di Malang.

Sebenarnya, Silicon Valley bukanlah nama kota, melainkan julukan dari suatu area di kawasan San Francisco Bay Area, yang meliputi kota San Francisco, Santa Clara, Mountain View, hingga San Jose.

Nah, kalau Anda berkunjung ke Silicon Valley, sempatkan berkunjung ke berbagai kantor pusat perusahaan teknologi terkenal dunia di sana. Biasanya, kantor mereka memiliki bagian yang terbuka untuk umum, meskipun hanya sekedar untuk product showcase, ataupun hanya museum. Sebut saja Google, Intel, Mozilla Foundation, Apple, Facebook, Cisco, Oracle, Twitter, semuanya berkantor pusat di Silicon Valley. Selain itu, ada beberapa perusahaan teknologi lain yang membuka kantor besar di kawasan ini, meskipun bukan merupakan kantor pusatnya. Salah satunya adalah Microsoft.

Dari hotel tempat saya menginap, ada beberapa gedung perusahaan teknologi yang terlihat jelas. Artinya, jaraknya pun tidak terlalu jauh, dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Intel HQ (beserta Intel Museum), Cisco Systems, Palo Alto Networks, dan kantor pusat McAffee. Saya sempat mengunjungi Intel Museum yang terbuka gratis untuk umum dan menyempatkan membeli sedikit souvenir.

Nah, kalau Anda ingin mengunjungi tempat yang agak jauh, misal, untuk ke San Francisco, atau Google HQ di Mountain View, atau mungkin ingin mengunjungi bekas penjara di Alcatraz? Anda bisa menggunakan bus atau rail yang cukup nyaman. Biayanya pun tidak mahal. Taksi pun juga tersedia kalau Anda punya anggaran lebih. Untuk mengetahui rute bus dan trem, anda bisa melihatnya di website VTA disini. Kalau Anda butuh informasi untuk aplikasi visa Amerika Serikat, Anda bisa baca post saya sebelumnya.

Selamat jalan-jalan! ;)

Read More

Pentingnya Belajar ketika Traveling

Pagi ini, saya diminta oleh salah seorang kawan untuk membayarkan biaya hotel di Agoda, karena kebetulan dia bukan pengguna Paypal ataupun kartu kredit. Nah, ternyata dia berencana untuk traveling ke Singapura dan Malaysia. Inilah yang menginspirasi tulisan ini ehehe

Saya suka jalan-jalan. Memang belum begitu banyak tempat yang saya kunjungi, hanya saja saya sedikit banyak selalu meluangkan waktu untuk belajar sebelum, saat, dan setelah traveling. Entah itu hanya sekedar Surabaya, Banyuwangi, Jogjakarta, Bali, Jakarta, Balikpapan, Malaysia, Singapura, Jepang, atau yang sejauh Amerika Serikat pun, saya akan meluangkan waktu untuk belajar.

Sebelum berangkat, ini penting. Kalau tujuan wisata Anda adalah Indonesia, Anda mungkin sedikit banyak tahu tentang bagaimana karakter tujuan wisata Anda. Baik transportasi, tempat tinggal, makanan, hingga budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Meskipun demikian, ini bukan alasan bagi Anda untuk tidak belajar mengenali tujuan wisata Anda. Nah, jika Anda berwisata ke luar negeri, apalagi untuk pertama kali, belajar tentang tujuan wisata Anda adalah suatu hal yang wajib. Kalau tidak, Anda akan kaget ketika ternyata Malaysia panas dan sumuk, ternyata makanan di Singapura mahal luar biasa, ternyata orang Jepang jarang yang berbahasa Inggris, atau mungkin, ternyata imigrasi di Amerika Serikat begitu ketat!

Setidaknya, pahami prosedur untuk dapat masuk ke tujuan traveling secara 'baik-baik'. Selanjutnya, rencanakan juga agenda Anda disana sehingga Anda tidak kaget, atau malah kehabisan budget. :D

Selanjutnya, ketika traveling. Ini bagian yang saya suka. Belajarlah banyak hal ketika traveling. Belajarlah budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Jangan jadi turis, rasakan sensasi menjadi penduduk lokal. Cicipi makanan khas Bali, naiklah MRT di Singapura, atau cobalah sesekali menikmati menjadi muslim di California dengan sholat jumat di masjidnya. Betapa kagetnya saya ketika ternyata disana sholat jumat dilakukan tiga kali di masjid yang sama: jam 12, jam 1, dan jam 2 siang. Ini dilakukan untuk mengakomodasi waktu istirahat dan perjalanan dari tempat kerja para muslim disana. Tentunya, jangan cuma andalkan google. Berinteraksilah dengan penduduk lokal: penjual makanan, petugas hotel, ataupun sopir taksi. Tapi jangan sekali-sekali ngobrol dengan sopir bis ketika dalam perjalanan, ya. :D

Terakhir, sepulang traveling, jangan lupa untuk belajar dari perjalanan yang Anda lakukan. Tiru budaya mereka yang baik, tinggalkan selebihnya. Tiru bagaimana cara orang jepang begitu santun dalam melayani pelanggan, tiru bagaimana pengendara mobil di kebanyakan negara menghargai pejalan kaki dan penyeberang jalan, tiru bagaimana Singapura yang begitu sibuk tapi begitu tenang tanpa klakson mobil, juga tiru bagaimana masyarakat Jogja begitu santun dalam berkomunikasi.

Selamat berwisata, jangan lupa oleh-olehnya, ya! ;)

Read More

Transfer Domain ke Registrar yang Baru

Baru-baru ini, saya melakukan transfer salah satu domain ke registrar yang baru. Sebelumnya, domain tersebut saya sewa dari registrar lokal Indonesia. Tapi karena keperluan ini dan itu, akhirnya saya putuskan untuk mentransfernya ke registrar di luar negeri.

Ada bermacam-macam hal yang menjadi pertimbangan sampai akhirnya seseorang memutuskan untuk mentransfer domain. Di antaranya harga yang lebih murah, pelayanan yang lebih baik, atau mungkin memiliki fitur yang lebih baik. Kalau saya pribadi, kali ini saya mentransfer domain untuk mendapatkan fitur mailbox gratis dari registrar yang baru. Daripada harus bayar puluhan USD per tahun hanya untuk email, kan? Kalau anda register domain ke gandi.net, Anda akan mendapatkan 5 akun mailbox gratis, termasuk juga fasilitas POP, IMAP, SMTP, dan webmail-nya.

Kalau di Gandi, ada syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mentransfer domain sebagai berikut:

  • Domain tidak kadaluarsa dalam 14 hari (karena proses transfer bisa berlangsung beberapa hari)
  • Domain yang akan ditransfer sudah terdaftar di registrar sebelumnya selama minimum 60 hari
  • Fitur anti-transfer protection harus tidak aktif
  • Email dari pemilik domain sesuai dengan yang ada pada whois database

Proses yang dibutuhkan untuk mentransfer domain butuh waktu kurang lebih satu minggu. Caranya pun kurang lebih sama dengan mendaftarkan domain baru. Anda tinggal memasukkan domain yang akan ditransfer dan ikuti petunjuk di registrar yang Anda gunakan.

Satu hal yang membedakan transfer domain dengan register domain biasa adalah, Anda akan diminta untuk memasukkan authorization code, atau domain authentication code, atau EPP code. Nah, untuk mendapatkannya, Anda dapat melihat di control panel dari registrar yang lama. Atau, jika tidak tersedia, Anda bisa kontak customer service dari registrar yang sekarang (current registrar).

Syarat ke-empat dibutuhkan karena registrar yang baru akan mengirimkan email ke pemilik domain yang sekarang (current owner) untuk mengkonfirmasi transfer yang dilakukan. Dalam kasus saya, karena pemilik domain tidak berubah, saya pula-lah yang menerima email konfirmasi untuk mengijinkan proses transfer tersebut.

Selanjutnya, biarkan mereka menyelesaikan tugasnya. Pengalaman saya, setelah menunggu tepat tujuh hari, saya menerima email bahwa transfer berhasil dilakukan. Semoga mencerahkan. ;)

Read More

Hidup Bagai Bilangan Biner

Post kali ini bukan tentang bilangan biner, melainkan tentang memaknai hidup kita bagaikan bilangan biner. Seakan dua hal yang tidak saling berkaitan?

Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan yang menjadi dasar dari komputasi modern saat ini. Sekedar informasi, semua proses yang dilakukan oleh komputer akan dikalkulasi dengan bilangan biner. Bilangan biner adalah bilangan berbasis dua, yaitu 0 dan 1, false dan true. Tidak ada angka lain selain keduanya, dan juga tidak ada bilangan desimal di antara keduanya. Hanya dua angka inilah yang dipahami oleh semua perangkat digital yang ada saat ini.

Nah, lalu apa kaitannya dengan hidup yang kita jalani? Saya rasa, semua yang kita alami dapat dibagi menjadi dua kelompok: baik atau buruk, benar atau salah, true or false, 1 atau 0. Ibarat bilangan biner, kita tidak dapat memaknai bahwa hidup kita adalah seseorang yang 'baik' jika kita masih melakukan keburukan, kita tidak dapat bernilai true bila kita masih melakukan perbuatan yang false. Ibaratnya, angka 1 tidak akan pernah genap menjadi 1 jika ia kurang 0,000..0001 pun.

Masalahnya, kita tidak pernah tahu seberapa jauh kita dari angka 1 yang saya maksud. Entah masih kurang 0.1, 0.2, atau mungkin 0.9? Naudzubillah.. Memang, kesempurnaan hanya milik Allah. Tetapi bukankah kita harus selalu senantiasa mengusahakan diri agar menjadi pribadi yang baik? Bukankah kita harus menjalani Islam secara kaffah? Iyyaka na'budu wa-iyyaka nasta'in. Ihdina assirata almustaqim.

Wallahu alam bisshowab.

Read More

Membatasi Directory Listing dengan .htaccess

Secara default, biasanya kita akan mampu mengakses direktori / folder pada suatu website dan melihat daftar file dan sub-direktori yang ada di dalamnya. Umumnya, ini terjadi karena tidak adanya halaman index.html ataupun index.php pada direktori tersebut. Nah, untuk mengatasinya, anda bisa saja menambahkan file index.html ataupun index.php di semua direktori, sampai ke direktori "paling dalam". Tapi sebenarnya ada cara lebih mudah dan efektif untuk mengatasinya. Caranya adalah dengan memanfaatkan file .htaccess.

Nah, caranya adalah dengan menambahkan sebaris kode berikut pada file .htaccess Anda:

Options -Indexes

File .htaccess biasanya terletak di direktori root dari website Anda. Kalau di shared hosting, biasanya di dalam direktori public_html.

Untuk mengetesnya, coba akses salah satu direktori yang ada pada website Anda. Sebagai contoh, di website saya ini, ada salah satu direktori yang berisi data-data development aplikasi yang saya letakkan di direktori dev. Setelah saya proteksi dengan .htaccess, Anda akan menemukan halaman adityaputra.com/dev/ dengan pesan error 403 Forbidden.

Selamat mencoba. ;)

Read More

Eclipse IDE Color Themes, Source Code pun Harus Cantik

Jangan dikira, para programmer akan betah menatap layar hitam kelam seharian penuh ketika bekerja. Dunia kami tidaklah se-kelam itu. :D
Environment yang ideal bagi saya adalah ber-background gelap. Harus. Jelaslah karena bahwa warna gelap tidak membuat mata cepat lelah. Banyak IDE yang memiliki warna default background putih. Kedua, sebisa mungkin text editor harus berwarna-warni. Bukan hanya sekedar membedakan bagian-bagian dari sintaks yang saya edit, melainkan juga penting untuk menghindari kejenuhan.
Nah untuk Anda developer yang menggunakan Eclipse, ada cara untuk menghindari kejenuhan itu. Untuk mengubah warna dasar IDE menjadi hitam, caranya adalah sebagai berikut:

  1. Klik menu Window - Preferences
  2. Dari jendela yang muncul, pilih dari list yang ada pada menu sebelah kiri: General - Appearance
  3. Pilih Theme 'Dark', lalu klik Apply / OK

Nah, kalau ingin editor berwarna seperti itu, kita harus Install theme switcher, caranya:

  1. Klik menu Help - Install New Software
  2. Tambahkan repositori dengan mengeklik Add, lalu isikan location-nya -tanpa tanda kutip- "http://eclipse-color-theme.github.com/update", kemudian klik OK
  3. Setelah proses update repositori selesai, akan muncul opsi "Eclipse Color Theme", kemudian pilih dan install package tersebut
  4. Setelah ter-install, akan muncul opsi pada menu Window - Preferences
  5. Pilih General - Appearance - Color Theme, lalu aktifkan tema yang Anda suka.

Selamat mencoba ;)

Read More

Linux atau Windows, tentang Rasa Aman

Pendapat personal, bukan bermaksud mempengaruhi pembaca sekalian, tapi alangkah bersyukurnya saya ketika tulisan saya ini 'membuka hati' Anda. Tulisan ini tidak begitu panjang. Ada baiknya Anda membaca sampai tuntas, karena inti tulisan ini justru ada di akhir tulisan dengan penjelasan ringkas di bagian lainnya. Bismillah..

Linux dan Windows keduanya sama-sama sistem operasi, sama-sama dibangun dari source code, sama-sama buatan manusia, hanya beda 'manusia'-nya. Kalau Windows dibangun oleh Bill Gates dkk. dan kini dikembangkan oleh Microsoft-nya, Linux pertama kali dibangun oleh Linus Torvalds yang sampai kini diteruskan oleh komunitas di seluruh dunia.

Windows adalah proprietary software, artinya, Anda, setelah memiliki -dimana seharusnya Anda membeli secara legal-, Anda tidak berhak untuk mengetahui kode sumber, memodifikasi (sedikitpun!) perangkat lunak tersebut, apalagi mendistribusikannya tanpa lisensi yang legal.

Linux adalah open source software, artinya Anda setiap saat berhak untuk melihat, memodifikasi, dan menyebarluaskan perangkat lunak ini kepada siapapun, berapapun jumlahnya, tanpa Anda disebut sebagai pembajak software.

Saya tidak akan membahas panjang lebar lebih lanjut mengenai lisensi perangkat lunak, Insyaallah di lain kesempatan akan saya sampaikan macam-macam dan perbedaan masing-masing lisensi yang ada agar kawan-kawan lebih paham mengerti hak cipta dan lisensi perangkat lunak, sehingga tidak dengan sak penake menggunakan perangkat lunak dengan cara yang tidak sah. Satu hal yang ingin saya tekankan adalah tentang open source.

Perangkat lunak yang kita gunakan, misal: sistem operasi Windows; internet browser Firefox, Chrome, dsb yang Anda gunakan untuk membaca tulisan ini; aplikasi perkantoran semacam LibreOffice dan Ms. Office; semuanya dibangun dari kode sumber atau source code. Nah, bagi kawan-kawan yang bukan software developer, mungkin akan sulit membayangkan seperti apa source code itu. Sebagai contoh, blog saya ini dikelola dengan Wordpress (yang juga merupakan produk open source). Anda dapat melihat sepenggal potongan kode sumber Wordpress disini. Tentunya, ada ribuan baris lainnya yang digunakan untuk menampilkan halaman ini. Jadi, jangan dikira untuk membuat suatu perangkat lunak, para software developer tinggal klik. :D

Nah, saya asumsikan Anda sedikit banyak mengerti tentang source code. Seperti yang saya katakan, Linux adalah open source software. Kode sumber dari kernel-nya, atau 'inti' Linux-nya, dapat diakses disini. Nah, sekarang, saatnya kita mengetahui pentingnya keterbukaan kode sumber ini. Bagi saya, dengan memiliki kode sumber yang open, saya jadi merasa terjamin. Lho, kan justru kalau pake Windows (yang legal) kita justru akan mendapatkan jaminan layanan dari Microsoft, malah tidak halnya dengan Linux? Bukan itu yang saya maksud. Jaminan teknis Windows memang dapat sewaktu-waktu Anda tagih dari Microsoft. Kalau Linux, jaminan teknisnya adalah dari support community, dari sesama pengguna dan pengembang.

Jaminan yang saya maksud adalah rasa aman. Saya tidak merasa aman ketika menggunakan produk proprietary, sebesar apapun vendor-nya: Microsoft, Google, Facebook, dan sebagainya. Oleh karenanya, saya merasa harus ekstra hati-hati dalam membagi informasi ketika menggunakan produk-produk mereka. Mengapa demikian?

Coba saya jelaskan lebih lanjut. Analoginya begini. Misal, Anda beli masakan di restoran. Pernahkah Anda memikirkan apa bahan dan bumbu masakan itu? Apakah semuanya halal, sehat, tidak kadaluarsa? Tentunya, Anda akan semakin merasa aman untuk mengkonsumsi masakan restoran itu ketika Anda tau pasti mengenai kehalalan dan kesehatan dari bahan dan bumbu masakannya, serta bagaimana mereka memasaknya. Inilah yang akan membuat Anda merasa aman untuk mengkonsumsinya. Benar kan?

Nah, saya rasa Anda mulai paham maksud saya. Saya tidak merasa begitu aman ketika menggunakan perangkat lunak yang tidak bersumber terbuka (closed source). Saya tidak tahu kode apa yang mereka sisipkan di dalamnya, saya tidak tahu data pribadi apa yang mereka ambil untuk keperluan yang mereka katakan sebagai survey atau riset, saya juga tidak tahu apakah mereka bisa dengan leluasa melihat data yang saya miliki dan saya kirimkan, serta berbagai ketidak-tahuan lainnya. Berbeda dengan perangkat lunak open source, meskipun saya tidak benar-benar melihat seluruh kode sumber dari semua perangkat lunak yang saya gunakan, tapi saya percaya bahwa di luar sana ada ribuan-bahkan jutaan- komunitas developer dan pengguna perangkat lunak open source yang selalu melaporkan bug, celah keamanan, dan berbagai permasalahan software lainnya. Dari sini, hampir dapat dipastikan, open source software dapat dipercaya untuk tidak akan menyisipkan kode jahat dan mencuri data saya.

Bukannya saya ber-suudzon terhadap perangkat lunak proprietary, tapi saya akan merasa lebih aman dan nyaman ketika dapat mengetahui bahan dan bumbu perangkat lunak tersebut setiap saat.

Semoga tulisan ini mencerahkan. Mari beralih ke open source software.

Read More

94:6

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Read More

Ngalor Ngidul Mung Dengkul

Ngalor, kalau tidak salah berasal dari kata lor, dalam Bahasa Jawa yang berarti utara. Ngalor sendiri berarti "menuju ke utara". Kebalikannya, ngidul, berasal dari kata kidul, berarti menuju ke selatan. Mung dengkul secara harfiah berarti "hanya lutut". Frase ini mudahnya dapat dipahami sebagai "begitu banyak kesulitan". Sebagai kalimat lengkap, ngalor ngidul mung dengkul bisa diartikan "kesana kemari begitu banyak kesulitan".

Seringkali, kita merasa harus melakukan suatu pekerjaan tertentu, sampai di suatu titik ternyata kita menyadari bahwa kita harus melakukan pekerjaan yang sebaliknya. Seringkali kita harus mlaku ngalor, kemudian harus kembali ngidul, ngalor lagi, ngidul lagi, bahkan akhirnya kita terhenti di titik awal mulai: menyerah.

Yang terpenting, janganlah menganggap bahwa setiap aktivitas ngalor ngidul yang kita kerjakan adalah sia-sia dan berakhir dengan keputus-asaan. Kumpulkan berbagai macam batu kerikil dan bunga di sepanjang jalan ngalor ngidul yang kita lewati. Inna ma'al usri yusro. Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Self talk.

Read More

125

We teach some by what we say. We teach more by what we are. We teach most by what we do.

Read More

Aplikasi Visa Amerika Serikat

Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa apply visa Amerika harus punya duit lah, harus punya kerabat lah, atau argumen-argumen lain, yang jelas susah! Menurut saya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar, kok.

Tahun 2013 lalu (semoga masih relevan), saya mengajukan permohonan aplikasi visa Amerika Serikat jenis B1/B2 karena memang hanya untuk menghadiri acara Mozilla Summit 2013 dan permohonan visa saya pun disetujui untuk multiple entry dengan masa berlaku lima tahun. Artinya, saya masih bisa menggunakan visa yang sama untuk bepergian berkali-kali ke Amerika sampai tahun 2018 mendatang.

Kenyataannya memang, tidak semua orang mendapatkan kemudahan dalam mengajukan visa Amerika. Ada pengalaman teman saya yang gagal mengajukan visa dan biaya pengajuan (kalau tidak salah waktu itu 2,5 juta rupiah) visa nya pun hilang tanpa hasil. Selain itu, ada juga teman saya yang lain yang hanya mendapatkan visa single entry, dan masa berlakunya pun hanya satu atau dua tahun.

Pengajuan visa Amerika memang gampang-gampang susah. Pastikan form DS-160 diisi dengan tepat, tanpa dikurangi maupun dilebihkan, kemudian lakukan interview di kedutaan / konsulat jenderal dengan baik.

Pengalaman saya ketika melakukan interview visa di kantor Konjen AS di Surabaya, kondisi pengamanan oleh petugasnya terkesan begitu strict dan sedikit 'menyeramkan'. Tapi santai sajalah, kalau kita mengikuti prosedur yang ada, insyaallah pasti beres.

Nah, agar visa Anda disetujui, ada baiknya Anda menyiapkan berbagai berkas pendukung. Misalnya, ketika Anda ingin berlibur di Amerika, tunjukkan bukti pemesanan tiket pesawat, hotel, dan rencana perjalanan Anda. Kalau Anda datang ke Amerika untuk memenuhi undangan kerabat atau instansi tertentu, tunjukkan pula invitation letter dari mereka serta guarantee letter atau surat jaminan dari kerabat / instansi Anda di Amerika yang berisi pernyataan bahwa biaya hidup Anda (termasuk tempat tinggal) di Amerika akan dijamin oleh mereka. Lain lagi ketika akan berbisnis di sana. Bawa berbagai bukti pendukung mengenai bisnis / pekerjaan Anda di sana.

Setelah semua berkas siap, tunjukkan semua itu kepada officer yang mewawancarai Anda. Jangan lupa, meskipun para petugasnya adalah bule yang sebenarnya fasih berbahasa Indonesia, sebisa mungkin layani setiap pertanyaan mereka dengan Bahasa Inggris. Biasanya, mereka akan bertanya dengan bahasa Inggris. Tapi, salah satu applicant yang diwawancara sebelum saya tidak fasih berbahasa Inggris, sehingga wawancara pun dilakukan dengan berbahasa Indonesia. Pertanyaannya sederhana, hanya tentang siapa Anda, apa aktivitas Anda sehari-hari, apa yang akan Anda lakukan di Amerika, dan mereka akan putuskan pengajuan visa Anda. Kuncinya, tetap tenang, jangan tegang. :D

Semoga berhasil!

Read More

Kenyamanan dan Kebaikan

Kita sering dihadapkan pada situasi dimana benar dan salah seakan tersamarkan. Seringkali, kita terbuai dalam "kenyamanan" dalam keburukan.

Idealnya, kita tidak semestinya merasa nyaman ketika melakukan kemaksiatan. Namun kenyataanya justru sebaliknya. Seringkali kita merasa bahwa kemaksiatan yang kita lakukan adalah hal yang "biasa saja". Mungkin saja, di tengah perjalanannya, kita akan tersadar dan ada keinginan untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut. Lagi-lagi, seringkali kita tergoda "kenyamanan" yang membuat seolah-olah membuat kemaksiatan menjadi perbuatan yang sah untuk dilakukan, bahkan dianggap sebagai perbuatan yang baik. Astaghfirullah..

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Kekuatan menahan diri adalah kuncinya. Menahan diri untuk bersabar dan berusaha untuk senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik. Satu lagi, jangan lupa untuk mensyukuri segala apapun nikmat yang telah dimiliki. Dengan demikian, kita tak akan tergoda dengan "kenikmatan yang salah".

Semoga Allah selalu melindungi kita.

Read More

Layover di Narita Jepang

Sedikit ingin berbagi pengalaman akhir tahun 2013 lalu. Cukup lama memang, tapi semoga masih relevan untuk disampaikan hari ini.

Kala itu adalah kali pertama saya menginjakkan kaki ke negeri sakura, Jepang. Pengalaman itu bisa dikatakan sebagai suatu ketidaksengajaan, karena memang Jepang bukan tujuan akhir perjalanan saya kala itu. Lebih tepatnya, saya hanya menghabiskan waktu seharian penuh ketika layover / transit penerbangan dari tujuan ke Amerika Serikat.

Perjalanan diawali dari Surabaya SUB ke CGK Jakarta, untuk pindah ke penerbangan ANA NH938 dari Jakarta ke Narita. Sedikit pengalaman sekaligus menjadi tips, pastikan waktu transit cukup dan tidak membuat Anda terburu-buru. Hitung juga waktu kemungkinan delay hingga estimasi waktu baggage claim dan check-in untuk penerbangan selanjutnya. Mengapa? Karena di penerbangan ini, tiket yang dipesankan oleh travel agent memberikan waktu transit di Jakarta yang sangat mepet. Bayangkan, hanya 85 menit, dikurangi delay keberangkatan 30 menit dari Surabaya, waktu klaim bagasi dan check-in 20 menit, petugas imigrasi yang terlalu lama 'menginterogasi' saya (seperti seakan tidak begitu percaya bahwa saya mau ke amerika), dan tentunya, 20 menit boarding sebelum keberangkatan ke Jepang. Akibatnya, saya harus berlarian di bandara Soetta karena nama saya sudah dipanggil-panggil untuk boarding.

Setelah kurang lebih tujuh setengah jam perjalanan dari Jakarta ke Narita (9:25 malam WIB sampai 7:00 pagi waktu Narita), saya menginjakkan kaki pertama kali di Jepang. Kesan pertama ketika turun dari pesawat adalah bahwa bandara sebesar Narita saja bisa begitu tenang, dan semua tertata rapi.

Satu lagi, pastikan Anda sudah mempunyai visa yang sesuai sebelum mendarat di Jepang, sekalipun itu hanya untuk transit. Saya memang sudah menyiapkan visa transit Jepang, supaya bisa jalan-jalan keluar bandara. Kalau Anda tidak punya visa jepang, tentunya harus ngantuk-ngantukan di Narita. Informasi visa jepang bisa dilihat disini.

Nah, sekalipun Anda tidak punya visa untuk keluar bandara, saya rasa Anda tidak akan bosan menikmati "Jepang di dalam bandara" yang ada di Bandara Narita. Narita airport memang begitu besar, ada banyak tempat istirahat, makan, oleh-oleh, suvenir, bahkan hiburan untuk anak kecil hingga dewasa. Kalau Anda pernah ke Changi Singapura, kurang lebih sama seperti itu lah. Seperti kita ketahui, Narita memang banyak dikatakan sebagai gerbang dari dan menuju Asia, karena saking banyaknya penumpang transit di bandara ini.

Kalau Anda punya waktu (dan tentunya punya visa) seperti saya, sempatkan jalan-jalan sejenak di sekitar bandara. Kalau saya sih, punya waktu sekitar sepuluh jam yang saya habiskan mengunjungi Naritasan Shinshoji Temple dan kawasan sekitarnya. Mengenai transportasi, tak ada masalah. Transportasi publik disana begitu nyaman dan bisa diandalkan. Untuk menuju kawasan ini, Anda hanya perlu naik JR Line (kalau tidak salah sekitar 250 yen, kurang lebih 25000 rupiah) menuju Narita Station dengan waktu tempuh kurang lebih sepuluh menit. Selepas dari Narita Station, Anda hanya perlu mengikuti papan petunjuk ke arah Naritasan Temple. Kalau tidak salah sih, tinggal jalan kaki ke arah utara sekitar 15 menit, tepatnya, kalau keluar dari stasiun langsung belok kiri. :D

Nah, ada sedikit tips kalau berkunjung ke Jepang, sekalipun hanya transit sebentar. Pastikan Anda mengerti beberapa kosakata dasar bahasa Jepang. Minimal angka jepang dan pertanyaan dasar. Seperti kata banyak orang, tidak banyak orang Jepang yang berbahasa inggris. Jangan juga Anda terlalu mengandalkan google translate. Pengalaman saya, saya pernah menggunakan google translate ketika melakukan tawar menawar membeli oleh-oleh di luar bandara, dan ternyata si penjual pun tidak paham dengan apa yang tertulis di google translate. Minimal, untuk urusan tawar menawar, hafalkan saja angka-angka dalam bahasa Jepang, itung-itung buat belajar. :D

Satu lagi, jangan pernah bertanya "Do you speak english?" untuk memulai pembicaraan. Mereka sebagian besar akan menjawab tidak dan langsung pergi menjauh, sekalipun mereka dapat sedikit berbahasa inggris. Misal, kalau Anda ingin bertanya letak Naritasan Temple, langsung saja bertanya "Where is Naritasan Shinshoji Temple?". Mereka akan menunjukkan arahnya sekalipun tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Trust me, it works. ;)

[gallery ids="87,88,89,92,90,91,94,93,96,95,97,98"]

Read More

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai

It's never too late to start over. If you weren't happy with yesterday, try something different today. Dont stay stuck. Do better.

Ini adalah kutipan pop up yang muncul pada salah satu website yang saya akses beberapa saat yang lalu (yang saya lupa nama website nya). Sederhana sekali bukan?
Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yang kurang lebih artinya sebagai berikut:

"Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari)

Mari menjadi pribadi yang senantiasa lebih baik dari hari ke hari serta menebarkan semua kebaikan kepada seluruh alam semesta. Sesungguhnya Allah maha memberi petunjuk.

Read More

Kekuatan Doa

Sahabat, tidakkah kita sadar bahwa Allah telah menganugerahkan berbagai kelebihan yang luar biasa kepada manusia sebagai ciptaan-Nya yang terbaik? Allah telah memberikan kesempatan yang begitu besar dan bahkan menyuruh manusia untuk senantiasa meminta pada-Nya. Meminta melalui doa.
Bagi saya, doa bukanlah ritual. Doa bukanlah mantra yang disakralkan. Terlebih, doa bukanlah milik orang-orang tertentu saja.
Bagi saya, doa bukan sekedar pujian, kata-kata indah, dan permohonan dari kita kepada Alah. Lebih dari itu, doa-lah yang menuntun langkah kita untuk selalu bersemangat dan memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, di dunia maupun sebagai persiapan menjalani kehidupan akhirat kelak.

Tidakkah kita sadar, juga atas doa orang-orang yang mencintai kita-lah sehingga kita bisa mencapai posisi kita saat ini.
Bersyukurlah atas segala nikmat yang kita terima selama ini, dan mohonkanlah pada-Nya untuk senantiasa memberikan yang terbaik kepada kita. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Maha Tahu mengenai segala hal yang terbaik untuk hambanya. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.

Read More

Hukum dan Keadilan

Saya memang bukan ahli hukum, wong bisanya cuma ngoding dan itupun juga nggak jago. Semua tulisan pada post ini hanyalah pendapat personal mengenai fenomena yang terjadi di negara kita beberapa hari ini. Coba kita tinjau tentang hukum, keadilan, dan kaitan antar keduanya.

Dari wikipedia, hukum tidak didefinisikan secara jelas mengenai pengertian hukum karena belum ada kesepahaman di antara ahli hukum mengenai pengertian tentang hukum. Dikutip dari statushukum.com, secara umum hukum dapat diartikan sebagai berikut:

Hukum adalah himpunan peraturan (berisi perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan harus ditaati oleh masyarakat tersebut.

Sedangkan keadilan diartikan sebagai berikut (wikipedia):

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang

Kalau saya analogikan secara sederhana, hukum adalah aturan, sedangkan keadilan adalah kondisi atau keadaan ideal yang menjadi tujuan dibuatnya hukum atau aturan. Sepakat?

Nah, lalu mengapa saya tertarik untuk menulis tentang ini? Karena saya terkadang -atau bahkan seringkali- merasa bahwa hukum tak selamanya berpihak pada keadilan. Masih ingat dengan kasus nenek yang "mencuri" tiga buah kakao yang divonis bersalah oleh hakim? Juga dengan kasus perseteruan kpk vs polri yang saat ini sedang hangat dibicarakan. Mudahnya, kita seringkali menemui hukum yang dirasa tidak adil.

Memang, hukum dibuat untuk memberikan keadilan. Tapi, hakim-lah yang menetapkan suatu perkara. Toh, hakim juga manusia yang sama seperti kita yang punya batasan tertentu. Kalau kita beranggapan mengenai vonis hakim terhadap nenek adalah tidak adil, lalu apa? Hakim telah memutus perkara dengan seadil-adilnya berdasarkan alat bukti di pecrsidangan. Saya sependapat dengan Ust. Sofyan Sofi, Lc. ketika memberikan kajian ba'da maghrib hari Sabtu kemarin, hakim tidak bisa dipersalahkan selama ia telah memutus perkara dengan seadil-adilnya berdasar kepada alat bukti yang ada. Sedangkan keadilan itu urusan Allah. Kalau memang penggugat dirasa "tidak sebanding" dengan tergugat (dalam arti pengacara, saksi, maupun alat bukti), hakim tidak dapat dipersalahkan karena ia telah secara obyektif memutus perkara. Kita memang berusaha mewujudkan keadilan yang sebaik-baiknya, tapi Allah-lah yang Maha Adil. Ingatlah bahwa Allah Maha Adil.

Wallahu a'lam bishawab.

Read More

Berbuat Baiklah Sebelum Terlambat

Sahabat, kematian pasti datang menghampiri. Allah pun telah berfirman dalam Quran surat Al-Munafiqun (63:11) sebagai berikut:

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Berbuat baiklah, sebelum mata tak mampu lagi terbuka. Berbuat baiklah, sebelum tubuh tak mampu lagi bergerak.

Wallahu a'lam bishawab.

Read More

Shared Hosting vs VPS

Post kali ini, saya ingin sedikit me-review mengenai shared hosting dan VPS untuk meng-host website kita.

Pertama, shared hosting. Dikutip dari wikipedia, shared hosting adalah layanan hosting dimana ada beberapa / banyak website yang menggunakan satu server web yang sama. Sederhananya, berbagai resource dari server, seperti memori dan CPU akan dibagi ke seluruh website di server tersebut. Inilah mengapa shared hosting adalah pilihan hosting yang paling murah dan banyak digunakan. Selain murah, dengan menggunakan shared hosting, kita tidak perlu pusing melakukan setup, perawatan, pengamanan serta berbagai hal lain dalam menjalankan website kita. Sederhananya, kita tinggal menyewa nama domain dan shared hosting, kemudian menyiapkan website kita, dan semuanya online, tanpa perlu melakukan instalasi dan setup web server, database server, pengaturan user, pengamanan server, dan lain-lain.

Kedua, VPS, Virtual Private Server. Juga dari wikipedia, VPS adalah virtual machine yang dijual sebagai layanan. Karena VPS merupakan virtual machine, maka kita sebagai pengguna dapat melakukan nearly anything pada server tersebut. Kita dapat mengaksesnya layaknya server atau komputer pribadi kita. Batasan "virtual" adalah bahwa kita hanya dapat mengaksesnya secara remote melalui jaringan komputer / internet, yang berarti kita tidak akan bisa mengakses komputer tersebut secara fisik. Pada saat awal menyewa VPS, kita akan diberi pilihan opsi sistem operasi komputer dan melakukan instalasi terhadapnya. Tidak berhenti disitu, kalau Anda ingin menjalankan website di VPS Anda, maka Anda juga harus melakukan instalasi dan konfigurasi server web di VPS tersebut. Biasanya, lengkap dengan server database, FTP, dan sebagainya. Setelah website And online pun, Anda harus tetap melakukan perawatan dan pengamanan secara berkala dan bila diperlukan. Misalnya, pengaturan storage, pengamanan dengan firewall, optimasi server, dsb.

Mengenai harga, untuk shared hosting di Indonesia, harga yang ditawarkan mulai Rp 5.000,- per bulan. Bahkan, ada penyedia layanan yang memberikan harga Rp. 1.000,- per bulan. Untuk VPS, harganya berkali lipat lebih mahal. Yang saya tau, VPS di Indonesia harganya mulai 150ribu - 200ribu untuk 10GB storage. Sebenarnya sih, kalau kita bisa (atau setidaknya mau belajar) manajemen server, harga itu pun sepadan dengan yang kita dapatkan. Bahkan kita dapat meng-host puluhan -bahkan ratusan- website di server yang sama. Tentunya dengan pengaturan yang tepat.

Saya pribadi sekarang sudah tidak lagi menggunakan shared hosting. Kebetulan ada tawaran cloud server atau VPS dari Digital Ocean dengan harga mulai 5 USD per bulan. VPS termurahnya mempunyai spesifikasi 20 GB SSD, 512 MB memori, dan 1 core CPU yang bisa digunakan sebagai host dari puluhan website. SSD nya luar biasa cepat, bahkan untuk melakukan instalasi sistem operasi hanya butuh satu menit. Server-nya saya pilih server Singapura, akses dari Indonesia cepat, dari luar negeri pun juga cepat. Kalau Anda tertarik, Anda bisa mendaftar dengan referal saya untuk mendapatkan voucher 10 USD gratis. Lumayan lah buat dua bulan pertama gratis. :D

Tentunya, ada harga ada kuantitas dan kualitas. Kuantitas dalam arti besarnya memori, storage, maupun prioritas CPU, sedangkan kuantitas berarti pelayanan, kualitas jaringan, uptime, dan sebagainya.

Jadi, mana yang Anda pilih?

Read More

Iqra'

Kawan, masih ingatkah mengenai pelajaran agama tingkat SD dulu mengenai firman Allah swt yang pertama kali turun melalui Muhammad? Al-Alaq ayat 1-5 yang berbunyi sebagai berikut:

  1. اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ -Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,-
  2. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ -Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.-
  3. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ -Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,-
  4. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ -Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,-
  5. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ -Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.-

Subhanallah, Maha Suci Allah. Allah memerintahkan satu hal pertama kepada umat manusia untuk membaca. Iqra. Bacalah. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

Ibarat pepatah mengatakan "Membaca adalah jendela dunia", membaca adalah suatu proses belajar yang luar biasa hebatnya. Mungkin, bagi kita mayoritas orang Indonesia, terlebih kita yang muslim, membaca bukanlah suatu hal yang biasa dilakukan. Padahal, Allah telah menurunkan wahyu pertama kali di muka bumi yang memerintahkan agar manusia membaca.

Ada data dari NOP World Culture Score pada tahun 2013 yang merilis data waktu rata-rata penduduk suatu negara dalam menonton tv, mendengarkan radio, membaca, dan beraktifitas (bukan bekerja) di komputer. Data ini dapat dilihat di infografis di atas dan hasil studi secara lengkap bisa dilihat disini.

Kalau kita ingin maju, mulailah membaca, mulailah dari diri kita sendiri!

Wallahu a'lam bishawab

Read More

"Kapan Lagi Kutulis Untukmu" - Membangkitkan Semangat


Salam.

Sahabat yang lama tak bersua, lagu lama dari Jikustik sedikit banyak cocok untuk pembuka tulisan ini. "Kapan lagi kutulis untukmu?". Ada sedikit cerita -yang entah menarik atau tidak untuk dibaca- mengenai blog ini.

Kalau kawan-kawan mau kembali ke masa lalu, bisa dilihat disini https://web.archive.org/web/20130303044438/http://adityaputra.com/. Itu adalah wajah pertama dari domain ini. Tadinya, domain ini juga ingin saya manfaatkan untuk kembali berbagi kebaikan dengan menulis blog. Tapi, -yah entah mengapa- tidak satupun coretan tangan saya yang tertulis di domain ini, sampai hari ini. Meskipun, kalau kawan-kawan mau telusuri di google, ada satu domain .id yang saya miliki yang masih online -meskipun tidak aktif- yang berisi cukup banyak tulisan saya.

Hari ini pun saya terkesan sedikit "terpaksa" untuk me-remake situs pribadi ini. Bukan mengapa, tapi coba dilirik disini: https://web.archive.org/web/20141216191628/http://adityaputra.com/, itu adalah wajah terakhir domain ini sebelum "terpaksa" berubah. Keterpaksaan ini berawal dari keterlambatan membayar paket hosting (cukup memalukan? :D ) sehingga hosting yang saya gunakan di-terminate tanpa notifikasi. Memang, sejak punya hosting VPS baru, saya jadi beberapa kali terlambat membayar hosting yang saya gunakan untuk domain ini.

Dengan segala kondisi itu, akhirnya, yah sudahlah. Saya mulai kembali domain ini, dengan mencoba membangkitkan semangat kembali untuk berbagi kebaikan, atau setidaknya hanya untuk berbagi curhatan. ;)

Konklusinya, hal-hal yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah, pertama, jangan terlambat bayar tagihan hosting atau tagihan apapun karena itu adalah tanggung jawab kita. Kedua, ikhlas itu penting. Apa yang bisa saya lakukan selain ikhlas ketika tahu bahwa data saya di hosting sebelah kemarin tidak dapat di-restore, termasuk beberapa sub domain dan domain downline saya? Ketiga, di balik masalah pasti ada hikmah. Semoga masalah ini dapat kembali membangkitkan semangat menulis secara istiqomah.

Salam. ;)

Read More

You're up and running!

Next you can update your site name, avatar and other options using the _config.yml file in the root of your repository (shown below).

Read More