Teknologi itu penting, tapi….

Hari ini, ada begitu banyak fasilitas gratis di internet yang dapat kita manfaatkan secara gratis. Terlebih dengan hadirnya perangkat portable yang selalu ada bersama kita: smartphone, tablet, dan tetek-bengek lainnya. Wisemen said, “teknologi itu mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat”.  Wisemen yang lain juga bilang, “smartphones and dumb people“, kurang lebih artinya “telepon pintar dan orang-orang bodoh”.

Sekarang, bukan pemandangan asing bagi kita dengan melihat seseorang duduk sendiri terpaku ndingkluk menatap layar gadget-nya, dengan ekspresi wajah tersenyum, bersedih, atau mungkin tertawa terbahak-bahak. Mungkin, kalau pemandangan ini terjadi 15-20 tahun yang lalu, si orang tersebut disangka setengah gila, kan?

Teknologi memang begitu banyak membantu mempertemukan kita dengan orang-orang terdekat yang berada nun jauh disana. Sejauh apapun itu, asal masih di bumi, hampir dapat dikatakan masih mungkin untuk berkirim pesan melalui internet. Kapanpun, dimanapun.

Yang jadi masalah, adalah ketika teknologi justru menjauhkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Misal, ketika di rumah, semua anggota keluarga sibuk dengan gadget-nya masing-masing: si ayah bekerja di depan laptop, si ibu bercengkerama di facebook, si kakak sibuk chatting entah dengan siapa, dan si adik pun tak mau kalah bermain game online. Belum lagi ketika kita bertemu dengan fulan dan fulin kawan lama kita. Seringkali, hal pertama yang harus dilakukan adalah check in di Path, kemudian foto selfie, dan lalalalalaa~

Semua hal akan menjadi baik ketika digunakan dengan batasan tertentu, begitu pula dengan teknologi informasi yang ada saat ini. Jangan sampai kita korbankan orang-orang di sekitar kita, hanya karena sibuk chatting di dalam forum dan komunitas online. Jangan pula melupakan kewajiban kita karena lalai dan menghabiskan waktu untuk terus scrolling timeline twitter, facebook, line, BBM, dsb yang tidak ada habisnya. Jangan pula membiarkan waktu berlalu tanpa menikmati dan mensyukuri alam yang begitu indah pemberian Allah ini, hanya karena menatap layar monitor yang begitu jauh dari sempurna.

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim:34)

Leave a Reply