Tux Linux (flickr.com)

Linux Bukan Soal Gengsi

Ada kecenderungan bahwa semakin banyak orang di sekitar lingkungan saya yang beralih menggunakan Linux. Memang, terus terang, ‘lingkungan’ yang saya maksud sebagian besar merupakan para pekerja IT. Tapi, tetap saja, ini cukup ‘wah’.

Belakangan ini, semakin banyak anggota-anggota baru di berbagai forum dan grup komunitas pengguna Linux di Facebook. Saya juga melihat semakin banyak orang-orang di sekitar saya yang -setidaknya- sudah mulai meng-install Linux. Memang, hal ini merupakan suatu kemajuan yang cukup baik. Namun, ada satu hal yang saya sayangkan dari beberapa pengguna baru tersebut. Tak jarang dari mereka yang mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana cara hacking padahal mereka benar-benar pengguna baru, tak jarang juga mereka menanyakan pertanyaan dasar yang sebenarnya sudah terjawab dengan satu-dua keyword di Google, dan semisalnya. Satu hal yang saya lihat adalah, ada cukup banyak pengguna Linux yang menggunakannya hanya untuk sekedar gengsi, kekinian, dan (sok) keren. Semestinya, penggunaan perangkat lunak open source semacam Linux ini harus sesuai dengan semangat open source.

Di sisi lain, para pengguna senior pun seringkali terkesan kurang membantu para pengguna baru. Entah memang karena kesibukan, risih, maupun yang lainnya. Intinya, kita harus bisa mawas diri dan memberikan pendidikan dan bantuan yang baik kepada para pengguna pemula.

Terakhir, sebaiknya kita bisa menjadi contoh pengguna yang baik sehingga orang-orang di sekitar kita pun dapat beralih ke Linux. ;)

Leave a Reply