Speedy Juga Masih Jahat

Speedy Juga Masih Jahat

Saya pengguna Speedy. Yah, meskipun jarang-jarang. Setidaknya, Speedy telah terkoneksi di rumah kedua orang tua saya selama kurang lebih 7 atau 8 tahun terakhir. Memang, Speedy di rumah bukan menjadi koneksi internet yang utama bagi saya. Karena memang Speedy termasuk lemot (dan mahal!) jika dibandingkan dengan ISP lain. Jadilah saya menggunakan Speedy di rumah hanya sesekali saja. Selebihnya, ya provider broadband sebelah.

Speedy Juga Masih Jahat
Speedy Juga Masih Jahat

Eh, lha kok ini tadi, ketika bekerja dengan koneksi Speedy, saya menemukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh Speedy: script injection dalam bentukĀ intrusive advertisement pada website yang kita kunjungi. Iklan semacam ini pernah juga dilakukan oleh Telkomsel dan XL yang berujung protes besar dari penggunanya dan berhasil meraih lebih dari 20 ribu tanda tangan petisi. Jelas kan?

Speedy Juga Masih Jahat
Speedy Juga Masih Jahat

Nah, kalau Anda merasa tidak masalah dengan adanya iklan tersebut, coba Anda pertimbangkan hal-hal ini:

  1. Kita adalah konsumen
    Ini poin pertama. Kita adalah konsumen yang membayar untuk mendapatkan layanan internet. Layanan internet ini bukan layanan internet gratisan. Apakah patut bagi para ISP menyusupi iklan pada saat kita browsing di internet?
  2. Mengganggu pengguna
    Parameter ‘mengganggu’ memang cenderung subyektif. Untuk banner seukuran iklan ini, mungkin Speedy men-caplok sekitar 10 persen dari halaman website hanya untuk iklan yang tidak kita inginkan. Saya rasa, ini sudah cukup mengganggu, kan? Belum lagi, karena iklan ini dalam bentuk script injection, bisa jadi akan mengganggu fungsionalitas website yang kita kunjungi. Apakah belum juga cukup mengganggu bagi Anda?
  3. Mengganggu pemilik website
    Kalau Anda punya website, mungkin Anda akan tau rasanya ketika ISP bertindak nakal pada website Anda. Contoh misal blog ini, saya memang sengaja tidak sama sekali memasang iklan pada blog ini. Nah, kalau si Speedy menambahkan iklan di blog ini, berarti Speedy seenak udel-nya dong numpang cari duit di blog saya? Mbok ya kulonuwun, ya to? Kalau Anda melihat iklan Speedy atau lainnya di blog saya ini, coba kirimkan screenshot-nya, ya.
  4. Privasi
    Nah ini yang terpenting. Kalau Anda belum ngeh dengan pentingnya privasi di internet, coba baca tulisan saya sebelumnya. Dengan melakukan script injection pada website yang Anda kunjungi, setidaknya para ISP telah melakukan pelanggaran privasi dengan mencuri data berupa aktifitas kita di internet. Sekecil apapun data yang dicuri, tetap saja hal ini merupakan pelanggaran privasi. Data mining selalu menjadi masalah yang sensitif ketika dilakukan tanpa seijin pengguna layanan. Dan, ya, kita –para pengguna– tidak pernah menyetujui terms & agreements semacam itu.

Oya. Mungkin ada workaround untuk menghindari munculnya iklan-iklan tak beretika ini dengan memasang AdBlock. Tapi tetap saja, Adblock hanya bekerja pada sisi client. Artinya, hanya poin pertama dan kedua yang teratasi. Selebihnya, iklan ini tetap mengganggu pemilik website dan melanggar privasi Anda!

Nah, kalau Mas Haqqi bilang bahwa Speedy Jahat pada tulisannya tahun lalu, saya bilang Speedy juga masih tetap jahat sampai hari ini.

Semoga tulisan ini mencerahkan.

Ditulis pada sore hari yang mendung.

2 thoughts on “Speedy Juga Masih Jahat

Leave a Reply